• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Menteri LHK Apresiasi Program Pemkot Surabaya, Dorong Pengolahan Sampah di Tingkat RW

by Redaksi
Rabu, 7 Mei 2025
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq dalam forum lingkungan hidup seluruh Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq dalam forum lingkungan hidup seluruh Indonesia.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA -Pemkot Surabaya bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menyelenggarakan Forum Lingkungan Hidup Seluruh Indonesia bertajuk “Indonesia Darurat Sampah. Bagaimana Strategi Penanganannya?”, di ruang Diamon, Grand City Convex Surabaya, Rabu, (7/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VII APEKSI 2025.

Forum ini, dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LH RI) Hanif Faisol Nurofiq sebagai keynote speaker dan dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pengurus APEKSI Eri Cahyadi. Forum tersebut juga diikuti oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto serta dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dari 98 kota anggota APEKSI.

Forum ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara nasional, khususnya dalam mengganti praktik open dumping yang masih terjadi di sejumlah daerah. Selain itu, juga mendorong penerapan teknologi pengelolaan sampah yang sesuai standar sanitasi dan ramah lingkungan.

Dalam kesempatan ini, Menteri LH RI Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, melalui APEKSI diharapkan bisa mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan serta bisa menjadi wadah untuk memecahkan masalah di sebuah kota. Salah satunya adalah soal penanganan dan pengelolaan sampah di perkotaan.

BACA JUGA:  Bergerak Bersama Wujudkan Surabaya Medical Tourism

Hanif menyebutkan, data dari sistem informasi pengolahan sampah nasional, pengelolaan sampah di Indonesia baru mencapai 39,1 persen atau sekitar 22,9 juta ton dari total 56,6 juta ton pada tahun 2023 yang mampu dikelola oleh pemerintah pusat. Selain itu, ia menjelaskan, berdasarkan peraturan presiden (Perpres) Nomor 12 tahun 2025 tentang RPJMN menargetkan pengelolaan sampah wajib tuntas di tahun 2029 dengan target di tahun 2025 mencapai 51 persen.

“Ada gap 11 persen lebih yang harus akan kita capai dalam waktu beberapa bulan ini. Kalau kita bisa mengatasi pengolahan sampah di kota, artinya pengelolaan sampah di Indonesia akan relatif bisa kita selesaikan,” kata Hanif.

Di kesempatan ini, ia turut menyampaikan amanat Presiden RI Prabowo Subianto terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah menjadi salah satu konsen Presiden Prabowo, maka dari itu dalam waktu dekat Kementerian LH akan menyiapkan gerakan nasional dalam mendukung Indonesia bersih dari sampah.

“Penanganan sampah akan di bawah kendali Bapak Presiden (Prabowo), bahkan setiap minggunya bapak-ibu wali kota juga akan diminta memberikan contoh nyata kepada masyarakat soal pengelolaan sampah oleh pak presiden,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi Perubahan Kedua Kepmendagri Tentang Keuangan Daerah  

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup itu turut mengapresiasi langkah pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Pemkot Surabaya. Diketahui, dalam waktu dekat Pemkot Surabaya  menargetkan 500 Rw memiliki pengelolaan sampah mandiri.

Menurutnya, hal ini patut dicontoh oleh kota-kota lain di Indonesia dalam mengatasi permasalahan sampah nasional. Bahkan ia berharap, program yang dijalankan oleh Pemkot Surabaya itu bisa memenuhi target nasional dalam waktu dua tahun ke depan.

“Jadi ini langkah-langkah serius yang kita lakukan, tergantung pendekatan kita, bagaimana masyarakatnya seperti apa dan pemilik kawasannya seperti apa. Tentunya, komunikasi, informasi, edukasi harus kita bangun dengan fondasi yang betul,” harapnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi menyadari, bahwa salah satu faktor yang menjadi permasalahan di sebuah kota adalah sampah. Oleh sebab itu, agar permasalahan sampah di sebuah kota bisa teratasi, dibutuhkan inovasi dan keberanian.

Melalui Munas VII APEKSI 2025, Eri ingin, bisa melahirkan inovasi dan solusi soal penanganan sampah di sebuah kota ke depannya. “Karena kan sebenarnya (Munas APEKSI) ini adalah penyelesaian, ini adalah tugas kita sebagai penanggung jawab di kota kita masing-masing. Karena APEKSI ini menjadi jembatan bapak-ibu semuanya agar kita bisa (berinovasi mengatasi sampah),” kata Eri.

BACA JUGA:  Tak Ingin Surabaya Gaduh, Wali Kota Eri Inginkan Perusahaan Segera Kembalikan Ijazah Karyawan

Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya itu berharap, melalui Munas VII APEKSI 2025, bisa membuat kota-kota di Indonesia lebih berani berinovasi dalam mewujudkan program-programnya. Terutama dalam hal penanganan sampah di kotanya masing-masing.

“Apa harapan saya dengan adanya ini (APEKSI), tidak ada lagi kota-kota di Indonesia ketika menghadapi masalah sampah takut bercerita. Itu yang saya inginkan, sehingga APEKSI bisa menjadi jembatan seluruh wali kota,” pungkasnya.

Untuk dketahui, sebelum Forum Lingkungan Hidup Seluruh Indonesia digelar, Pemkot Surabaya mengajak para peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup 98 kota anggota APEKSI kunjungan lapangan ke TPA Benowo. Melalui forum dan kunjungan lapangan ini, diharapkan bisa menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis dan solusi konkret yang dapat diadopsi oleh pemerintah kota lainnya di Indonesia. (ST01)

Tags: Menteri LHKMunas APEKSIPemkot SurabayaPengolahan Sampah
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono

Komisi B DPRD Surabaya Dukung Satpol PP Tindak Tegas RHU Bandel Jual Mihol Saat Ramadan

Jumat, 6 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In