SURABAYATODAY.ID, LAMONGAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Kajian Ramadan 1446 H dan Buka Bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (8/3). Diikuti ribuan orang, kegiatan ini turut dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Jatim Sukadiono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Konjen Amerika, Wakil Konjen Australia, jajaran Forkopimda Kab. Lamongan, Pengurus PW Muhammadiyah Jawa Timur, Pengurus PW Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Jatim, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Mengusung tema “Baldah Thayyibah: Refleksi untuk Negeri”, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa konsep membentuk baldah thayyibah atau negeri yang baik adalah tugas bersama. “Bagaimana menjadi baldah thayyibah adalah tugas kita bersama. Kita berusaha mewujudkan masyarakat yang bahagia sejahtera, spiritualitasnya terkawal, dan hubungan satu dengan yang lain terbangun harmonis atau harmonious partnership,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, konsep baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur menjadi tujuan dari berbagai program-program dan langkah-langkah strategis Pemprov Jatim. “Kami berharap negeri ini, khususnya Jawa Timur menjadi provinsi yang nyaman, aman dan sejahtera, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ungkap Khofifah.
Pertemuan Kajian Ramadan ini, sambung Khofifah, sudah menjadi tradisi bagi keluarga Muhammadiyah tiap tahun. Menurutnya, pertemuan ini bisa menjadi momentum untuk mengkonsolidasikan gerakan persyarikatan Muhammadiyah. Serta, program maupun pikiran sehingga Kajian Ramadan ini berjalan multifungsi.
“Kajian ini juga mendatangkan narasumber yang sangat berkompeten dan kredibel. Narasumber bisa memberikan penguatan secara intelektual, institusional maupun kapasitas perseorangannya. Jadi menurut saya ini pertemuan yang sangat prestisius dan menjadi tradisi PW Muhammadiyah Jatim,” kata Khofifah.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Aziz Alimul Hidayat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang selalu mendukung kegiatan UMLA. “Terima kasih kepada Ibu Gubernur sudah berkesempatan datang pada hari ini. Saya teringat 3 tahun yang lalu, saya bersama teman-teman dari wilayah Muhammadiyah telah dibantu Pemprov mengenai alat kesehatan dan sangat bermanfaat bagi perkembangan umat,” ujar Aziz.
“Bantuan tersebut tentunya menjadi bukti bahwa Pemprov concern terhadap umat khususnya di bidang pendidikan. Pastinya dari UMLA untuk Jawa Timur dan Indonesia,” terang dia.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Sukadiono menyampaikan, Muhammadiyah Jatim siap bersinergi dan berkolaborasi bersama dengan Pemprov Jatim. “Muhammadiyah Jatim ingin selalu kritis dan kooperatif. Kritis artinya memberikan masukan agar kebijakan yang diambil tepat. Dan kooperatif artinya siap bersinergi, siap berkolaborasi untuk kepemimpinan ibu lima tahun ke depan,” katanya. (ST02/ST11)









