SURABAYATODAY.ID.SURABAYA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta kepala daerah untuk mengawasi agar harga jual gabah di tingkat petani saat panen. Harga gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) adalah Rp 6.500 per kilogram.
“Saya minta agar bupati atau wali kota mengawasi harga gabah petani tidak boleh dibeli di bawah harga Rp 6.500 per kilogram atau di bawah HPP,” ujar Menko Zulhas saat menghadiri kegiatan panen raya di Desa Pangkur Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi, Jatim, Senin (3/3).
Menurut dia, pada bulan Maret hingga April sejumlah wilayah telah memasuki masa panen. Salah satunya pula adalah Kabupaten Ngawi yang menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dan nasional.
Ia menekankan harga beli gabah atau gabah kering panen (GKP) minimal harus Rp 6.500 per kilogram. “Harga tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini harus terus disampaikan sesuai arahan presiden agar terus berjalan,” kata dia.
Ia menjelaskan dengan pembelian gabah sesuai HPP, maka petani akan sejahtera, terus menanam padi, dan swasembada pangan nasional dapat terwujud.
Zulhas mengatakan pemerintah telah menyediakan alokasi anggaran sebesar Rp 139,4 triliun untuk mendukung program swasembada pangan pada 2025. Dana itu akan digunakan untuk berbagai program strategis yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Di antaranya penyerapan gabah dan beras petani sesuai HPP.
“Pemerintah hadir lewat Bulog untuk beli gabah dengan harga paling murah Rp 6.500 per kilogram. Tidak boleh ada pabrik padi dimanapun yang membeli di bawah Rp 6.500. Kalau tidak, hati-hati itu bisa dipanggil sama Polres,” katanya. (ST11)




