• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Para Perajin Batik Bojonegoro Unjuk Karya di BFF 2024

by Redaksi
Jumat, 15 November 2024
Salah satu stand pameran asal Bojonegoro di Batik Fashion Fair di Grand City Mall Surabaya.

Salah satu stand pameran asal Bojonegoro di Batik Fashion Fair di Grand City Mall Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Para pelaku usaha batik di Kabupaten Bojonegoro memanfaatkan momen Batik Fashion Fair (BFF) 2024 di Surabaya sebagai ajang unjuk karya. Berbagai motif batik khas Bojonegoro hadir dalam event bergengsi di Grand City Mall Surabaya tersebut.

Batik motif godong jati khas Bojonegoro menjadi salah batik yang diminati pengunjung. Batik-batik khas yang dikenal dengan batik Jonegoroan mendatangkan berbagai produk desain dan motif terkini, baik tradisional, etnik, maupun modern.

Saat di pameran, Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Dian Adiyanti, menuturkan, BFF menjadi strategi meningkatkan pasar produk UMKM Bojonegoro. “Alhamdulillah pengalaman dan jejaring para perajin merambah luas, batik Bojonegoro semakin dikenal luas,” katanya.

Ia menambahkan pemkab terus mensupport para perajin untuk terus berkembang. Ia berharap, hasil dari BFF semakin menyejahterakan para perajin.

BACA JUGA:  Tol Surabaya-Gempol yang Longsor Dioperasionalkan Kembali 8 Februari 2021

Sementara itu, salah satu perajin batik Jonegoroan dari brand Batik’e Seto (BeSt), Seto Utoro menuturkan, pihaknya membawa batik painting dan ecoprint. “Selain itu, dari para perajin lainnya turut membawa produk yang lain. Ada yang berbahan kayu, produk makanan khas Bojonegoro, dan hingga sejumlah produk handmade lainnya,” kata Seto saat di pameran.

Pada BFF 2024 ini, Pemkab Bojonegoro bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro ikut menyemarakkan dengan mengirimkan perwakilan. Karena Bojonegoro memiliki banyak perajin dengan produk yang berkualitas.

Lebih lanjut, Seto menuturkan, ia memiliki sejumlah koleksi batik yang diklasifikasikan berdasarkan motif, cara pengerjaan, dan jenis perwarnaan. “Dari perwarnaan, kami secara khusus membawa batik alami seperti perwarnaan dari daun Ketapang, kayu secang hingga kayu mahoni,” katanya.

Tak hanya pewarnaan alami, Seto juga membawa batik semi tulis dengan motif beragam. Yakni mulai motif thengul, tembakau, mliwis hingga rosela. “Bojonegoro memiliki lebih dari 20 motif ikonik. Motif ini tidak hanya diminati masyarakat Bojonegoro, namun juga masyarakat dari luar,” katanya.

BACA JUGA:  Cantika Wahono Harapkan Batik Bojonegoro Mendunia

Motif godong jati adalah salah satu motif paling disukai konsumen. Motif ini menggambarkan daun jati yang lebar. Motif ini sebagai lambang tumbuh suburnya pohon jati di Kabupaten Bojonegoro. Dan ini selaras dengan berkembangnya sentra-sentra kerajinan kayu jati. Apalagi, motif ini juga sudah dikenal hingga mancanegara.

“Sebenarnya hampir semua motif disukai. Namun, motif godong Jati ini di antara yang disukai,” tandasnya.

Batik Jonegoroan tak hanya disukai karena motifnya. Tapi juga disukai karena teknik pengerjaannya. Ada yang menggunakan batik cap, semi tulis, hingga full tulis. “Batik yang kami perkenalkan memiliki kualitas yang baik dengan harga yang relatif kompetitif,” katanya.

BACA JUGA:  Dekranasda Bojonegoro Buka Bazar UMKM, Kenalkan Produk Lokal kepada TP PKK Se-Wilayah Kerja Bakorwil II 

Hal senada diungkapkan oleh pengerajin olahan kayu “Raga Jati”, Freditia Musthafa. Ia mengaku senang ikut menyemarakkan pameran. Ia membawa sejumlah koleksi perabotan berbahan jati.

“Mulai dari berbagai barang homedecor, kitchenware, souvenir, hingga berbagai produk lainnya. Produk jati asal Bojonegoro memiliki ciri khas dari model, finishing, dan harga yang bersaing,” katanya.

Menurut dia, produk jati asal Bojonegoro sudah dikenal di sejumlah kota di Jawa Timur, hingga luar Jawa. Produk yang banyak dicari, diantaranya kitchenware seperti piring, gelas, dan sendok. “Bahkan, banyak yang telah masuk ke pasar ekspor seperti Korea, Jepang, dan India,” katanya.

BFF akan berlangsung sampai Minggu (17/11). Dengan mengusung tema “Multikultural Fashion”, ada 122 peserta dan 122 stand pameran. (ST10)

Tags: Batik BojonegoroBatik Fashion FairDekranasda Bojonegoro
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In