• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 12 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Adhy Karyono Ungkap Strategi Pemprov Jatim Tangani Kemiskinan Ekstrem

by Redaksi
Kamis, 19 September 2024
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menerima secara simbolis dana insentif fiskal Rp 6,2 miliar dari Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menerima secara simbolis dana insentif fiskal Rp 6,2 miliar dari Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.

SURABAYATODAY.ID, JAKARTA – Pemprov Jatim menerima dana insentif fiskal senilai Rp 6,2 miliar dari Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Dana insentif fiskal tersebut kepada Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono dalam Rakor Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024 dan Penyerahan dana Insentif Fiskal di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (18/9).

Atas hal ini, Adhy mengatakan desain kebijakan strategis dalam program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jatim yang on the track, membuat Provinsi Jatim menerima penghargaan insentif fiskal ini.
Insentif fiskal ini disebutnya akan dipergunakan untuk memperkuat penyaluran bantuan bagi masyarakat miskin. Terutama untuk mempercepat pencapaian target zero kemiskinan ekstrem di tahun 2024.

BACA JUGA:  ITS Inovasikan Nanopartikel Tembaga Jadi Filter Antivirus di Rumah Sakit

“Tahun 2024 kita sesuaikan dengan target nasional mendekati 0 persen. Insyaallah Jatim dengan strategi kebijakan yang diterapkan sesuai aturan, kita bisa mencapai itu,” kata Adhy.

Ia menyebut target penurunan kemiskinan ekstrem di Jatim 0 persen terus diupayakan sehingga setiap tahunnya mengalami penurunan. Pemprov Jatim telah mampu menurunkan kemiskinan ekstrem sebesar 3,74 persen poin dalam kurun waktu tahun 2020-2024.

“Berdasarkan Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) per Maret 2024 tercatat, pada tahun 2020 kemiskinan ekstrem Jatim mencapai 4,40 persen atau 1.812.210 jiwa penduduk. Sementara per Maret 2024, kemiskinan ekstrem Jawa Timur berada di angka 0,66 persen atau 268.645 jiwa penduduk,” ujarnya.

BACA JUGA:  Delegasi EAEU dan MERCOSUR Kunjungi Jatim

Menurutnya, ada beberapa resep di balik kesuksesan Jatim mampu menurunkan angka kemiskinan. Antara lain, memenuhi kebutuhan dasar penduduk dan mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan penghasilan, mengurangi kantong-kantong kemiskinan, serta adanya keterlibatan pilar-pilar kesejahteraan sosial mengentaskan kemiskinan.

Adhy menjelaskan, strategi pertama memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi beban pengeluaran berupa PKH Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASDP), Pembiayaan Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin (Biakesmaskin) Pendidikan Gratis Berkualitas (KANTISTAS) melalui Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP).

Strategi kedua yaitu meningkatkan pendapatan berupa Program Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa), Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri dan Sejahtera (Peti Koin Bermantra).

BACA JUGA:  Pj Gubernur Jatim Gagas Skema Program Korporasi Petani untuk Kendalikan Inflasi Pangan

“Kemudian Program Kredit Sejahtera (Prokesra), bantuan permodalan untuk bumdesa, bantuan usaha untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan bantuan usaha untuk Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE),” jelasnya.

Ketiga, mengurangi kantong-kantong kemiskinan dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Kodam V/Brawijaya dan Lantamal V berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), kemudian jambanisasi serta program elektrifikasi.

Lebih lanjut, peran pilar-pilar kesejahteraan sosial mengentaskan kemiskinan di Jatim. Adhy menambahkan pengabdian yang diberikan pilar-pilar sosial membantu pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat miskin. Utamanya bidang kesehatan dan pendidikan, sehingga mereka mendapat kesetaraan untuk pemberdayaan ekonomi. (ST02)

Tags: Adhy KaryonoInsentif FiskalKemiskinan Ekstrem
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto ilustrasi

Dorong SMK Jatim Cetak Lulusan Siap Industri, Perbanyak Sertifikasi dan Praktik Industri

Senin, 11 Mei 2026
Gubernur Khofifah saat menerima audiensi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Gedung Negara Grahadi

Gubernur Khofifah Terima Kepala BRIN di Grahadi, Bangun Kolaborasi Perkuat Riset dan Hilirisasi Inovasi Berdampak Bagi Masyarakat

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela meresmikan wisata edukasi pemadam cilik (Wisdamcil) Rumah Om Firman (Fireman) di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Wisdamcil ‘Rumah Om Firman’ untuk Anak PAUD hingga SD

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di sela meresmikan PAUD negeri yang berpusat di TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal.

Pemkot Surabaya Resmikan Tiga PAUD Negeri Sekaligus

Senin, 11 Mei 2026

Berita Terkini

Foto ilustrasi

Dorong SMK Jatim Cetak Lulusan Siap Industri, Perbanyak Sertifikasi dan Praktik Industri

Senin, 11 Mei 2026
Gubernur Khofifah saat menerima audiensi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Gedung Negara Grahadi

Gubernur Khofifah Terima Kepala BRIN di Grahadi, Bangun Kolaborasi Perkuat Riset dan Hilirisasi Inovasi Berdampak Bagi Masyarakat

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela meresmikan wisata edukasi pemadam cilik (Wisdamcil) Rumah Om Firman (Fireman) di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Wisdamcil ‘Rumah Om Firman’ untuk Anak PAUD hingga SD

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Minta Pengelola dan Pedagang Pasar Tanjungsari Patuhi Jam Operasional

Senin, 11 Mei 2026
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di sela meresmikan PAUD negeri yang berpusat di TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal.

Pemkot Surabaya Resmikan Tiga PAUD Negeri Sekaligus

Senin, 11 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In