• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Peringatan Nuzulul Quran, Wali Kota Eri Sampaikan Hal Ini

by Redaksi
Kamis, 28 Maret 2024

SURABAYATODAY.ID SURABAYA – Pemkot Surabaya menggelar acara Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qiro’ah di Masjid Al-Muhajirin komplek Gedung Pemkot Surabaya, Rabu (27/3) malam. Saat itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan dan mengajak seluruh warga Kota Surabaya untuk berzakat, berinfak dan bershodakoh di kampungnya masing-masing. Pasalnya, dia ingin Kampung Madani bernar-benar terwujud di seluruh Surabaya.

“Di Surabaya hari ini masih banyak kejadian anak-anak mendem, ada geng motor dan sebagainya. Itu karena apa? Karena quran tidak merasuk ke dalam jiwa mereka dan itu tidak menjalankan Alquran. Mungkin yang baca dan menghafal quran semakin banyak, tapi dalam menjalankan kehidupan di dunia nyata, belum menjalankan Alquran, makanya saya menggaungkan Kampung Madani,” katanya.

Menurut dia, Kampung Madani itu adalah kampung yang penuh peradaban. Madani itu adalah peradaban, berarti di sini memiliki adab yang tinggi, sehingga tidak ada yang miskin karena saling tolong menolong, dan tidak ada stunting karena sudah dibantu.

BACA JUGA:  Wali Kota Eri Bersepeda ke Balai Kota, ASN Naik Angkutan Umum

“Biasanya peradaban itu digandengkan dengan Pancasila, makanya ada yang bilang Kampung Madani Pancasila karena memang sebenarnya sama, karena Pancasila itu juga didasari dengan agama. Semoga di malam Nuzulul Quran ini Surabaya bisa mewujudkan Kampung Madani yang didasari aqidah yang kuat dan didasari akhlakul karimah,” ujarnya.

Wali Kota Eri juga menegaskan bahwa apabila di kampungnya masih ada orang miskin, masih ada stunting dan warga sekitarnya tidak tahu dan bahkan diam saja, terus kemudian zakat, infaq dan shodakohnya dikeluarkan dari kampungnya, maka berarti itu belum mengamalkan Al-Quran. Ia mengakui pernah diajari oleh para kiai bahwa zakat, infaq, dan shodakoh itu harus diberikan dulu kepada orang yang terdekat.

BACA JUGA:  Di Momen HJKS ke-730, Wali Kota Eri Cahyadi Komitmen Tuntaskan Genangan di Surabaya

“Nah, siapa yang terdekat ya saudara, siapa saudara itu? Ya tetangga kita, karena nanti kalau kita meninggal yang memandikan dan menyiapkan keranda kan tetangga, tapi giliran kita mau memberikan zakat, infaq dan shodakoh diberikan dan dikeluarkan ke kampung lain, makanya saya sudah koordinasi dengan Badan Amil Zakat Surabaya, kalau mengambil zakat dari orang Surabaya, maka yang harus diutamakan untuk dibantu adalah warga Kota Surabaya,” katanya.

Menurutnya, di Surabaya ini masih banyak yang membutuhkan zakat, infak dan shodakoh dari warga Surabaya yang lebih mampu. Kalau se Surabaya sudah sejahtera semuanya, barulah zakat, infak dan shodakoh yang diberikan oleh warga Surabaya itu dikirimkan ke luar Surabaya.

“Saya yakin betul kalau umat Islam di Surabaya bersatu, dan zakat, infaq serta shodaqohnya dipercayakan ke satu lembaga, atau lembaga lainnya bersatu dalam membagikannya, dan ketika membagikan itu melihat data warga miskin Surabaya, maka zakat, infaq dan shodakoh itu akan diterima oleh orang yang tepat dan tidak akan keliru,” tegasnya.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya bersama Pilar Sosial Kecamatan Bubutan Gelar Baksos dan Donor Darah

Wali Kota Eri juga berharap di momen malam Nuzulul Quran itu, semua hati warga Kota Surabaya dibuka untuk kembali menjadi satu di Kampung Madani. Bahkan, ia juga berharap setelah lebaran nanti, Kampung Madani itu bisa segera terwujud di seluruh Kampung Surabaya, karena dia memastikan akan terus berjuang untuk mewujudkan itu.

“Saya yakin dengan kekuatan umat muslim, dengan kekuatan agama yang diajarkan kepada kita dari Al-Quran, maka kita akan bisa mewujudkan kesejahteraan di Kota Surabaya, menjadi kota yang baldatun thoyyibatun warobbun ghafur,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Eri CahyadiNuzulul Quran
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In