• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 29 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

Gubes ITS Kembangkan Material Penyimpan Hidrogen untuk Sistem EBT

by Redaksi
Selasa, 21 November 2023
Konsep pemrosesan hidrogen sebagai vektor energi (energy carrier) pada konsep EBT yang dikembangkan oleh Prof Suwarno ST MSc PhD dari ITS.

Konsep pemrosesan hidrogen sebagai vektor energi (energy carrier) pada konsep EBT yang dikembangkan oleh Prof Suwarno ST MSc PhD dari ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA -Dewasa ini, isu mengenai penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) tak henti-hentinya digaungkan. Namun, masalah akan penyimpanan EBT tersebut masih menjadi aspek krusial yang belum banyak didalami. Oleh karena itu, Guru Besar ke-174 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Suwarno ST MSc PhD mengembangkan material penyimpan EBT hidrogen dan baterai.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Sains dan Rekayasa Material Penyimpan Hidrogen untuk Sistem Energi Tanpa Polusi, Suwarno menjelaskan bahwa untuk mencapai konsep EBT diperlukan suatu sistem energi yang tidak melibatkan pelepasan karbon pada prosesnya. Dalam hal ini, ia menambahkan, potensi hidrogen sebagai vektor energi (energy carrier) sangat dibutuhkan.

BACA JUGA:  Terus Bergerak, Kodim Bojonegoro Dropping Air Bersih untuk Warga di Tiga Dusun

Lebih lanjut, profesor dari Departemen Teknik Mesin ITS tersebut mengungkapkan, konsep hidrogen sebagai vektor energi yang dimaksud adalah hidrogen harus diproduksi dengan mengonversikannya dari sumber energi yang lain. “Dalam konsep ini, hidrogen akan dielektrolisis dari air dengan menggunakan tenaga matahari untuk kemudian disimpan sebagai sumber energi,” jelasnya.

Suwarno menerangkan bahwa sebagai sumber EBT, hidrogen yang telah disimpan dapat dikonversi kembali menjadi listrik dengan menggunakan fuel cell. Tak hanya itu, hidrogen juga dapat dimanfaatkan pada kendaraan secara langsung dengan pembakaran menggunakan sistem internal combustion engine (ICE). Namun, di samping potensi yang unggul dari bahan ini, Suwarno juga menyayangkan akan densitas (kerapatan benda cair) volumetrik hidrogen yang sangat rendah dibandingkan dengan bahan bakar lain.

BACA JUGA:  RSUD dr Soetomo Diharapkan Jadi Role Model RSUD Lain

Karenanya, profesor bidang ilmu material penyimpan energi tersebut menginisiasikan metode penyimpanan hidrogen dalam volume yang lebih padat. Dalam hal ini, hidrogen dapat bereaksi dengan banyak logam untuk membentuk hidrida logam yang mempunyai kepadatan hingga 150 kilogram H/m3. Hidrida logam dapat didefinisikan sebagai senyawa yang terbentuk dari unsur logam yang berikatan dengan hidrogen.

Melanjutkan paparannya, profesor berusia 43 tahun ini menegaskan bahwa aplikasi hidrida sebagai penyimpan hidrogen tersebut dapat memanfaatkan fenomena reaksi formasi dan disosiasi yang dapat bolak-balik (reversible) dari hidrogen. “Hal tersebut yang menjadi dasar bahwa hidrogen dapat diterapkan sebagai sumber EBT dan konsep green energy ke depannya,” jelas profesor termuda dari Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.

BACA JUGA:  Industri Bioetanol Tebu Jatim Diresmikan Presiden Jokowi, Upaya Strategis Mengembangkan EBT

Mengakhiri orasinya ketika dikukuhkan menjadi profesor, Suwarno kembali menyampaikan bahwa pengaplikasian sistem ini sudah diterapkan di Indonesia. Di antaranya adalah penggunaan kendaraan berbasis hidrogen serta aplikasi pemahaman hidrogen terhadap integritas material pipeline di industri. “Terakhir, saya berharap agar bisa mengimplementasikan inovasi ini agar menjadi produk renewable energy untuk Indonesia Net Zero Emission pada 2060 nanti,” tandasnya optimistis. (ST05)

Tags: EBTEnergi Baru dan TerbarukanGuru Besar ITS
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM

Rabu, 29 April 2026

Berita Terkini

Misi Dagang Jatim-Malaysia Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 15,25 Triliun Lebih

Rabu, 29 April 2026

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM

Rabu, 29 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In