• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

PPSLB3 di Mojokerto Jadi Pengelolaan Limbah Terpadu Bagi Industri di Jatim

by Redaksi
Rabu, 18 Oktober 2023
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam peresmian Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam peresmian Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

SURABAYATODAY.ID, MOJOKERTO – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PPSLB3) yang dikelola PT Pratama Jatim Lestari (PJL), Selasa (17/10). PPSLB3 ini berada di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Sebagai informasi, PT PJL merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur di bawah naungan Jatim Grha Utama Group yang bergerak di bidang jasa pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Wagub Emil menyebut beroperasinya PPSLB3 ini merupakan jawaban atas kebutuhan fasilitas pengelolaan limbah terpadu bagi industri di Jawa Timur. “Ini menjadi penting untuk menciptakan suatu pembangunan yang berkelanjutan di tengah upaya untuk menggenjot perekonomian,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Wagub Emil Apresiasi Dedikasi Guru PAUD Terhadap Pembentukan Karakter Generasi Bangsa

Menurut Emil, keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan serta memberikan optimisme untuk kemajuan perekonomian Jawa Timur. Mengingat Jatim merupakan provinsi yang perekonomiannya bertumpu pada sektor industri manufaktur.

“Insyaallah ini meningkatkan daya saing bukan hanya untuk Jawa Timur tapi juga Indonesia. Karena Jawa Timur saat ini menyumbang lebih dari 22% dari output manufaktur Indonesia ini hampir seperempat,” jelas dia.

Emil menyebut pendirian dan peresmian pengelolaan limbah terpadu seperti ini tidak boleh dianggap remeh dan ditunda-tunda.

“Sebab, sudah yakinkah kita industri medis sudah melakukan pengelolaan limbah B3 secara tertib? Jangan sampai ke depan kita tidak bisa makan karena alam sudah rusak,” ujarnya.

BACA JUGA:  4 Tahun Pimpin Jatim, Gubernur Khofifah Tiga Kali Ucapkan Terima Kasih

“Kehadiran PPSLB3 ini tentunya membuat industri di Jatim maupun yang berbatasan dengan Jatim tidak perlu bersusah-susah untuk mengelola limbahnya. Karena akses ke lokasi ini sangat mudah dan terintegrasi dengan wilayah Gerbang Kertasusila,” tambahnya.

Berdasarkan data dari SiRaja (Online platform untuk pelaporan kinerja pengelolaan limbah B3 yang diluncurkan oleh KLHK) jumlah timbulan limbah B3 di Jatim tercatat cukup tinggi. Yakni pada tahun 2020 tercatat 7.972.768 ton timbulan limbah B3, 2021 tercatat 6.394.207 ton timbulan, dan pada tahun 2022 tercatat 6.395.797.

“6-8 juta ton timbulan limbah B3 di Jatim bisa teratasi dengan adanya pusat pengolahan limbah terpadu ini,” kata Emil.

BACA JUGA:  Capsule Time, Sejuta Harapan dan Impian Lanudal Kupang

“Bersama dengan bimbingan dari KLHK kami berupaya untuk menyiapkan teknologi pengolahan ini dengan sebaik-baiknya. Hingga 12 Oktober sudah 45.000 kg limbah B3 dari medis terutama dan juga obat expired ya yang sudah ditangani disini. Ini adalah kesempatan untuk teknologi transfer guna membangun SDM kita yang mumpuni dalam pengelolaan teknologi yang berkaitan dengan waste management seperti ini atau Hazardous waste management,” jelasnya detil.

Emil juga menyampaikan pemilihan lokasi PPSLB3 ini telah mempertimbangkan keselamatan warga. Dengan hadirnya pengolahan limbah terpadu ini justru masyarakat akan lebih aman dari pihak-pihak yang mengolah limbah secara sembarangan. (ST02)

Tags: Industri JatimLimbah B3MojokertoPengelolaan LimbahPPSLB3Wagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In