• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Mahasiswa KKN Unugiri Ajarkan Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Cair

by Redaksi
Sabtu, 19 Agustus 2023
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro dalam KKN di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro dalam KKN di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Banyak cara kreatif untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan masyarakat. Salah satunya dilakukan warga Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Bersama mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, warga Stanak menjadikan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Enrico Sufiandi, ketua Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unugiri kelompok 51 mengatakan bahwa permasalahan sampah makin meningkat. Aktivitas rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar. Kondisi demikian yang kemudian memicu mahasiswa mencari solusi.

“Salah satunya dengan melakukan pemanfaatan sampah basah menjadi pupuk kompos cair yang berguna bagi para petani di desa Sranak yang mayoritas penduduknya petani,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkab Bojonegoro Siapkan Pembangunan Ramah Lingkungan Menuju Green Economy 

Sementara itu, Zainur Rokhim pemateri pada sosialisasi pemanfaatan sampah menjadi pupuk kompos menyampaikan bahwa tidak ada kata sampah dalam hidup. Karena apapun barangnya semua bisa menjadi pupuk cair yang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.

Bahan yang bisa digunakan dalam pembuatan kompos cair antara lain kulit bawang merah, kulit bawang putih, sisa-sisa sayur, dan lain sebagainya dalam bentuk basah. Sehingga bisa difermentasi menjadi pupuk.

“Dengan cara fermentasi selama berbulan-bulan bahkan ada yang setahun lamanya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Puslatda Sebagai Ajang Persiapan PON XXI Tahun 2024

Zainur juga menjelaskan bahwa banyak produk pupuk kompos yang bisa dibuat dari bahan-bahan sampah basah. Yakni antara lain, PSB (photosintesis bacteria), nitrogen, fosfor, kalium, pupuk daun, obat pengusir tikus, pupuk nutrisi buah dan lainnya yang mudah didapat dari toko pertanian.

Terpisah, warga Desa Sranak Kecamatan Trucuk Sukamto mengungkapkan kegiatan pelatihan ini sangat membantu masyarakat, khususnya para petani. Karena bisa jadi jalan alternatif dalam penggantian pupuk subsidi dari pemerintah. “Semoga ke depan pupuk kompos cair ini bisa dikembangkan oleh masyarakat agar menjadi petani mandiri dan produktif,” terangnya.

BACA JUGA:  Bareng Kitakyushu, Gelar Workshop Inovasi Pengelolaan Sampah

Permasalahan pengelolaan sampah memang bukan hanya tanggungjawab individu saja, namun diperlukan kerja sama antara berbagai pihak baik masyarakat maupun dari pemerintah daerah.

Sementara itu Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga melakukan berbagai upaya dalam mengelola sampah menjadi produk yang berguna. Di antaranya memberikan pelatihan membuat paving block dari plastik kresek dan pelatihan budidaya manggot BSF yang dilakukan, Kamis (23/2) silam.

Dalam pelatihan tersebut diberikan kepada pengelola bank sampah yang ada di Kabupaten Bojonegoro yang tercatat ada sebanyak 171 bank aampah.(ST10)

Tags: Bojonegoro KKNKecamatan TrucukPengelolaan SampahPupuk CairUnugiri
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In