• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 29 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Alumni PPI Dunia Diajak Bangun Kekuatan Moral Praktis

by Redaksi
Sabtu, 27 Mei 2023
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri sarasehan Alumni Connect Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia di Grand Ballroom Menara BNI Pejompongan Jakarta Pusat.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri sarasehan Alumni Connect Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia di Grand Ballroom Menara BNI Pejompongan Jakarta Pusat.

SURABAYATODAY.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Sarasehan Alumni Connect Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, yang diselenggarakan di Grand Ballroom Menara BNI Pejompongan Jakarta Pusat, Jumat (26/5).

Ia mengajak para alumni PPI Dunia ikut membangun moral kekuatan yang praktis. Menurut Emil, para alumni PPI dapat membantu berbagai persoalan global.

“Sehingga masyarakat menyadari bahwa ini memang sesuatu yang harus kita tempuh. Ini bukan lagi sesuatu yang menjadi diskursus politik, karena sudah sepatutnya iklim perubahan itu ada,” kata Emil.

Mantan bupati Trenggalek tersebut juga mengajak para alumnus PPI Dunia agar bersama-sama menentukan standar. Utamanya menuju ke tahun politik yang pada 2024 mendatang akan menyajikan banyak kontestasi.

“Misalkan saja ada peraturan tentang penggunaan plastik supaya tidak terjadi pencemaran laut, tetapi kemudian para pedagang pasar komplain. Tiba-tiba ada politisi lain yang bilang, kalau sama saya, saya nggak ada masalah. Ini pilihan masyarakat kita, dari apa yang menjadi kaedah-kaedah terbaik yang harusnya kita adopsi,” jelas Emil.

BACA JUGA:  Bersalawat Bersama Habib Syech, Wagub Emil Ajak Masyarakat Doakan Jatim Dijauhkan dari Marabahaya

Lebih lanjut Emil menjelaskan, hal tersebut kini menjadi sebuah realita politik. Meski begitu hal ini merupkan pragmatisme dan merupakan ciri berpolitik yang buruk.

“Maka dari itu, kalau ada para teknokrat harus bisa mewarnai ini dengan kaidah-kaidah yang harusnya diikuti. Nah baru politisi ini kemudian tidak bisa sembarangan mengambil hal-hal yang istilahnya politik sesuatu yang gampang-gampang aja kalau suara,” ujarnya.

Dalam sarasehan yang dibalut dengan nuansa keakraban tersebut, Wagub Emil juga menyampikan terkait dimensi meritocracy. Dirinya mengajak agar budaya ini diimbangi dengan sistem yang berbasis kualitatif atau kualitas.

BACA JUGA:  Genap Satu Tahun Dilantik Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Santuni Anak Yatim dan Pengemudi Ojol di Grahadi

“Padahal banyak hal-hal bermanfaat yang mungkin belum tentu langsung terasa sekarang,” imbuhnya.

Karena itu, dengan kualitas keilmuan yang dimiliki oleh para alumni PPI dunia, Emil berharap PPI dapat menjadi pendobrak pertama. “Jangan sampai mereka yang sudah pernah di luar, balik ke sini menjadi jago kandang. Harus membangun relasi keluar. Tujuannya apa? Supaya nggak masuk dalam zona nyaman begitu balik Indonesia, how to be the best here tapi kita harus tetap berjuang untuk menjadi the best di tingkat internasional,” tegas dia.

Menanggapi masih ada beberapa PPI yang enggan kembali ke Indonesia udai mengambil study keluar negeri, Emil mengatakan dirinya hal tersebut masih masuk dalam kategori wajar jika terjadi pada tahun-tahun pertama usai kelulusan.

BACA JUGA:  Kabupaten Lamongan Menjadi Daerah Pertama di Pulau Jawa yang Capai PPKM Level 1

“Wajar kalau di tahun-tahun pertama, memang dia (alumnus) perlu mengasah ilmunya. Tetapi banyak yang kebablasan, akhirnya udah keburu enak terus nggak mau pulang lagi,” terangnya.

Secara pribadi, alumnus PPI Jepang tersebut mengaku dirinya merupakan salah satu orang yang tidak membayangkan akan terus menetap di luar negeri usai menyelesaikan pendidikannya.

“Di luar negeri, tujuan kita ke luar negeri ini benar-benar memang untuk mendapatkan pengalaman yang bisa dibawa pulang Indonesia. Coba kita ingat, dulu orang tua kita bisa hidup enak, menyekolahkan kita sampai kita bisa pintar dapat beasiswa itu kan karena sekolah,” kata Emil. (ST02)

Tags: Perhimpunan Pelajar IndonesiaPPI DuniaWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Misi Dagang Jatim-Malaysia Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 15,25 Triliun Lebih

Rabu, 29 April 2026

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026

Berita Terkini

Misi Dagang Jatim-Malaysia Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 15,25 Triliun Lebih

Rabu, 29 April 2026

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026

Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Strategis Posyandu Berbasis 6 SPM

Rabu, 29 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In