SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Reaktivasi Kereta Api Madura, Siapa Untung ?” digelar di hall lantai 2 Grand Inna Tunjungan Surabaya, Selasa (21/3). Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jatim Aliyadi Mustofa mengatakan proses reaktivasi jalur kereta Madura ini tidak serta merta harus segera direalisasikan, tetapi haruslah mengikuti tahapan-tahapan yang sudah disusun oleh pemerintah.
“Kultur itu tadi kalau Madura, Jadi tahapan itu harus kita ikuti apa yang ada di Perpres 80, tidak semata-mata kemauan masyarakat Madura, tapi diterbitkan melalui peraturan presiden, makanya kita sebagai masyarakat Madura disamping ikut mengawal tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat Madura,” jelasnya.
“Komisi B akan terus mendorong percepatan ini, salah satunya kita terus berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, ulama Madura, Basra dan seterusnya,” tambahnya.
Sebagai informasi, reaktivasi jalur KA Madura ini sudah tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) No 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertosusila), Kawasan Bromo Tengger Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. turut menargetkan reaktivasi jaringan kereta api dari Kamal (Bangkalan) hingga Kalianget (Sumenep).
Jalur Rel Kerata Api Madura sendiri sudah ada sejak zaman Belanda dan sudah tidak aktif, setidaknya ada 14 Stasiun pada jalur kereta sepanjang 225 km di Pulau Madura, jalur kereta ini menghubungkan Stasiun Kamal di ujung barat Madura dan Stasiun Kalianget di Sumenep yang merupakan stasiun ujung
Diharapkan dengan adanya reaktivasi jalur kereta Madura ini dapat mengurangi beban transportasi jalan darat nasional Madura yang selama ini sering macet di simpul-simpul pasar sepanjang perjalanan dari Bangkalan menuju Sumenep. Selain itu juga mampu memberikan efek domino terhadap semua aspek kehidupan masyarakat Madura sehingga kesejahteraan masyarakatnya bisa meningkat. (ST02)
Suasana Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Reaktivasi Kereta Api Madura, Siapa Untung?” di Grand Inna Tunjungan Surabaya





