• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 23 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

Komisi B Minta Night Zoo KBS Dikaji Ulang

by Redaksi
Senin, 6 Februari 2023
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) merencanakan dibukanya pogram Night Zoo. Program ini adalah ada sejumlah satwa yang bisa dikunjungi pada malam hari. Hal ini memungkinkan KBS tidak hanya buka pagi sampai sore, namun juga malam hari.

Atas rencana itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno mengatakan hal itu harus dikaji ulang. Sebab, KBS tidak hanya sebagai wahana rekreasi, melainkan juga mengemban fungsi konservasi.

“Saya khawatir tentang kelangsungan hidup satwa koleksi KBS, kalau program yang dibuka untuk masyarakat umum itu dijalankan,” ungkapnya.

Ia menerangkan Night Zoo di KBS bakal mengganggu kenyamanan dan kehidupan satwa. Alasannya, diperbolehkannya pengunjung datang malam hari bisa membuat siklus pola hidup satwa.

BACA JUGA:  Wali Kota Eri Ajak DPRD Surabaya Perkuat Kolaborasi Dongkrak PAD dari Pajak

Ia mencontohkan jika KBS buka malam, berarti akan ada lampu penerangan untuk pengunjung. Ketika ada lampu menyala, sangat mungkin menganggu satwa yang selama ini terbiasa tidak ada lampu.

“Suasana KBS yang biasanya malam tenang, juga bakal menjadi ramai. Saya kira satwa juga butuh istirahat layaknya manusia,” terangnya.

Anas menambahkan keramaian dan sinar lampu penerangan itu juga bisa berpengaruh pada satwa atau burung liar yang migran. Bahwa selama ini KBS sangat rindang. Banyak burung liar yang migran atau singgah ke KBS, bahkan menjadikan pohon di KBS sebagai tempat tinggal.

BACA JUGA:  Pimpinan DPRD Surabaya Berharap Retreat Samakan Frekwensi Kepala Daerah

Ia tidak yakin jika ada Night Zoo, burung migran itu apakah bakal bertahan di KBS. Karena itu, ia ingin ada kajiam secara mendalam tentang Night Zoo ini engan para ahli fauna.

Salah satunya kajian itu adalah membahas dampak terhadap satwa dalam jangka panjang. “Jangan karena ingin mendapatkan tambahan penghasilan, namun mengabaikan kelangsungan hidup satwa,” tegasnya.

Apalagi menurut Anas, nantinya jumlah pengunjung Night Zoo akan dibatasi. Begitu pula dengan jam operasional. “Kalau untuk mendapatkan tambahan pendapatan, (adanya pembatasan itu) tidak akan maksimal,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sah! APBD Surabaya Digedok Rp 10,3 Triliun

Anas mengatakan, lebih baik PDTS KBS melakukan pembenahan lay out, supaya pengunjung lebih nyaman menikmati koleksi satwa. Sehingga menarik minat wisatawan.

“Misalnya membuat satu jalur, mulai dari pintu masuk sampai pintu keluar. Sehingga pengunjung bisa menikmati seluruh koleksi satwa KBS lewat jalur searah.

Lebih lanjut Anas mengatakan, kalaupun PDTS KBS ingin membuat Night Zoo, sebaiknya tidak berada di dalam area KBS. “Melainkan secara terpisah. Bisa dengan memanfaatkan aset-aset milik Pemkot Surabaya, yang belum terpakai. Satwa koleksinya juga harus khusus. Yaitu satwa yang biasa beraktifitas saat malam hari. Tidak bercampur seperti di KBS,” jelasnya. (ADV-ST01)

Tags: DPRD SurabayaKebun Binatang SurabayaKomisi BNight ZooPDTS KBSPerusahaan Daerah Taman Satwa
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In