• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil Minta Wali Kota Kediri Daftarkan HAKI Tenun Ikat Banjar Kidul

by Redaksi
Minggu, 11 Desember 2022
Gelaran Dhoho Street Fashion (DSF) ke-7 di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri.

Gelaran Dhoho Street Fashion (DSF) ke-7 di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri.

SURABAYATODAY.ID, KOTA KEDIRI – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak  meminta Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar segera mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan indikator geografis Tenun Ikat Banjar Kidul Kediri.

“Saya rasa dengan sejarah panjang tenun ikat bandar kidul, kesenian wastra ini sudah layak untuk dapat HAKI,” ungkap Wagub Emil saat menghadiri gelaran Dhoho Street Fashion (DSF) ke-7 di Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri, Sabtu (10/12).

Hadir bersama istri, Emil sapaan lekatnya mengatakan bahwa jika telah terdaftar pada HAKI, maka penguatan communal branding tenun ikat bandar kidul akan semakin kuat.

“Jadi hanya tenun yang dibuat oleh orang di Bandar Kidul. Dan di Bandar Kidul yang boleh punya branding itu ini seolah akan nilai jualnya apalagi dikombinasikan dengan karya-karya designer yang luar biasa mudah-mudahan ini akan meningkatkan betul minat masyarakat dan nilai jual dan tenun ikat Bandar Kidup. Mudah-mudahan ini bisa kita dukung bersama,” terang Emil.

Pada kesempatan yang sama, Emil menjelaskan, Communal Branding merupakan kegiatan peningkatan kualitas produk, kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia serta untuk pengembangan promosi dan pemasaran di bawah satu merek yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (community) secara bersama-sama.

BACA JUGA:  Panen Raya Padi di Tuban, Jatim Mampu Jadi Produsen Padi Tertinggi Nasional

Karena itu, nantan bupati Trenggalek ini optimistis bahwa dengan gelaran DSF tahunan ini akan meningkatkan geliat ekonomi kreatif di wilayah Kediri Raya. “Karena saat ini batik tenun ikat tidak hanya bisa digunakan sebagai baju, melainkan bisa juga jadi dekorasi,” tuturnya.

“Apalagi di dukung kehadiran bandara di Kediri nantinya akan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif itu sendiri,” imbuhnya optimistis.

Emil mengatakan, bahwa Kediri sebagai episentrum wilayah selingkar wilis sisi timur akan mampu menghadirkan festival-festival yang tidak hanya tersohor di jawa timur saja, melainkan hingga nasional dan internasional. Termasuk juga gagasan untuk melibatkan komunitas difabel baik dari sisi pengrajin hingga model menurut Emil bisa dijadikan contoh oleh daerah lainnya.

“Saya harap, acara Dhoho Fashion Street ini juga bisa menjadi salah satu upaya agara para penenun dan desainer Kota Kediri mendapatkan inspirasi cara menampilkan tenun yang lebih kreatif meskipun adanya banyak perbedaan, yang sesuai dengan tema yaitu “Diversity of Dhaha”,” ucapnya

BACA JUGA:  Wagub Emil Tegaskan Peran IPHI Jaga Kemabruran Haji Sepanjang Hayat

“Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan serta mengangkat kearifan budaya lokal yang ada di Provinsi Jawa Timur karena untuk memajukan Tenun Ikat Kediri harus melibatkan semua unsur, baik pemerintah daerah, swasta, penenun dan desainer. Penenun dan desainer juga diharapkan dapat terus melakukan inovasi untuk memajukan kreasi Tenun Ikat Kediri,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar mengatakan Dhoho Street Fashion bertujuan untuk mempromosikan tenun ikat kediri, kekayaan wastra Nusantara yang diproduksi para penenun di Kota Kediri. Harapannya, selain tenun ikat lestari juga meningkatkan pendapatan para penenun dan UMKM yang bergerak terkait dengan tenun ikat.

“Kota Kediri punya Bandar Kidul yang merupakanaset luar biasa untuk kita. Banyak kabupaten kota lain terseok-seok ingin punya kain lokal. Kita sudah punya. Harapannya terus ada penerus di tenun ikat kediri ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Wagub Emil Ajak Pulihkan Ekonomi Lewat Budidaya Perikanan Darat

Bunda Fey menjelaskan Diversity of Dhaha dipilih untuk mengingatkan tentang keragaman yang membangun Nusantara, khususnya Kota Kediri. Bukan hanya keragaman suku dan ras, tapi juga keragaman kemampuan. DSF kali ini istimewa sebab menampilkan busana karya difabel yang diwakili oleh Yuyun Maskurun.

Seorang desainer difabel yang memiliki sekolah penjahit dan karya-karyanya sudah dipasarkan ke berbagai daerah. “Hal ini menunjukkan, tenun ikat kediri mampu menyatukan segala perbedaan,” ungkapnya.

Selain Yuyun Maskurun, tampil para desainer lokal yaitu Azzkasim Boutique, SMKN 3 Kota Kediri, Batik Jaya Warsa, Numansa, dan Luxcaesar. Koleksi SMKN 3 Kota Kediri bertema Casual Ready to Wear. Tujuannya agar anak-anak muda Kota Kediri semakin bangga menggunakan tenun ikat kediri. Dengan model yang lebih casual sesuai dengan anak muda. Sedangkan desainer nasional yang diundang Dekranasda Kota Kediri untuk mempresentasikan tenun ikat kediri yaitu Priyo Oktaviano dan Era Soekamto. (ST02)

Tags: HAKIKota KediriTenun Ikat Banjar KidulWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In