• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

KKN Abmas ITS Kembangkan Serat Daun Nanas Jadi Benang Tekstil

by Redaksi
Kamis, 3 November 2022
Tim KKN Abmas ITS ketika menjajal mesin pengolah serat daun nanas menjadi benang untuk produk tekstil di depan Kantor Desa Satak, Kabupaten Kediri.

Tim KKN Abmas ITS ketika menjajal mesin pengolah serat daun nanas menjadi benang untuk produk tekstil di depan Kantor Desa Satak, Kabupaten Kediri.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Desa Satak merupakan desa penghasil buah nanas potensial di Kabupaten Kediri. Untuk mengoptimalkan melimpahnya produksi buah nanas dan menambah nilai tambah produk olahan nanas Desa Satak, tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenalkan pemanfaatan serat daun nanas menjadi benang untuk bahan baku industri kerajinan kreatif.

Dosen pembimbing tim KKN Abmas ITS Prof Dr Ir Soeprijanto MSc menerangkan, alasan pemilihan daun nanas sebagai bahan baku adalah masih kurang termanfaatkannya produk olahan dari nanas dengan baik. Untuk menambah nilai ekonomi produk nanas selain dari buahnya, tim ITS mengembangkan teknologi untuk mengubah serat dari daun nanas tersebut menjadi benang.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unair Gelar KKN BBM di Bojonegoro

“Nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan akan berlipat-lipat daripada ketika menjualnya tanpa diolah,” tambahnya.

Soeprijanto menambahkan, benang yang dihasilkan dari serat nanas ini dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tas, kelambu, dan produk tekstil lainnya. Hal tersebut, menurutnya, tentu dapat meningkatkan perekonomian Desa Satak. Pasalnya, selama ini daun nanas hanya dianggap sebagai residu hasil panen yang digunakan sebagai pakan hewan ternak.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari abmas yang juga dilakukan di Desa Satak pada awal tahun 2022 lalu. Soeprijanto mengungkapkan, pada periode pertama, abmas ditujukan untuk menghasilkan serat kasar dari daun nanas dengan menggunakan alat ekstraktor mekanik. Di periode kedua abmas, dikembangkanlah serat kasar tersebut menjadi serat halus menggunakan alat degumming dan kemudian dipotong dengan alat cutting.

BACA JUGA:  Musyafak Rouf Ingatkan Khofifah-Emil Tentang Potensi Penurunan PAD

Guru besar pengampu Laboratorium Bioteknologi Industri, Departemen Teknik Kimia Industri ITS ini menjelaskan, hasil dari pengolahan ke serat halus tersebut kemudian diolah menjadi material komposit. Pada kegiatan abmas periode ini, serat tersebut diolah menjadi serat yang lebih halus lagi sehingga menjadi benang yang dapat digunakan untuk bahan baku produk tekstil.

Sebagai tindak lanjut kegiatan abmas, Soeprijanto menuturkan, tim akan terus melakukan pembinaan ke Karang Taruna Desa Satak dan kelompok masyarakat tani agar kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Eri Cahyadi Ajak Mahasiswa Untag KKN Berkontribusi di Kampung Pancasila

Ia berharap masyarakat Desa Satak dapat memiliki kreativitas untuk mengembangkan produk nanas tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi lebih tinggi. “Masyarakat bisa mengembangkan pembuatan tali sebagai kelambu jendela, tas, baju, dan sebagainya,” pungkasnya. (ST05)

Tags: Benang TekstilKKNNanasSerat DaunTim Abmas ITS
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Program Women Fight Back di Gelora Pancasila.

Cegah Kekerasan terhadap Perempuan, Perwosi dan Pemkot Surabaya Gandeng KONI Latih Bela Diri Krav Maga

Selasa, 21 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terfavorit di Ajang Jaksa Garda Desa Award 2026

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi Balai Kota Surabaya.

Sisir Kampung, Camat dan Lurah Surabaya Jemput Bola Data Pemuda Belum Kuliah

Selasa, 21 April 2026

Berita Terkini

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Program Women Fight Back di Gelora Pancasila.

Cegah Kekerasan terhadap Perempuan, Perwosi dan Pemkot Surabaya Gandeng KONI Latih Bela Diri Krav Maga

Selasa, 21 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terfavorit di Ajang Jaksa Garda Desa Award 2026

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi Balai Kota Surabaya.

Sisir Kampung, Camat dan Lurah Surabaya Jemput Bola Data Pemuda Belum Kuliah

Selasa, 21 April 2026
Jajaran direksi turun langsung melayani pelanggan yang hadir di kantor pusat yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Moestopo Nomor 2, Surabaya.

Spesial Hari Konsumen Nasional, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Sajikan Layanan Nyaman untuk Pelanggan

Selasa, 21 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In