SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar job fair. Total ada 50 perusahaan yang membuka booth di sana dengan menawarkan 302 jabatan dan 5.668 lowongan kerja. Baik untuk lowongan pekerjaan di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Jadi memang sengaja dalam Job Fair kali ini juga ada booth peluang kerja ke luar negeri,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Seiring dengan banyaknya kasus tenaga kerja migran yang berangkat ilegal, Khofifah ingin menyediakan sarana fasilitasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, mulai dari peluang kerjanya, sarana berkas adiministrasi, hingga pemberangkatannya. “Dipastikan semua legal,” tegas dia.
Bahkan, Pemprov Jatim juga akan memberikan pendampingan bahasa serta skill bagi calon tenaga migran yang akan bekerja ke luar negeri. Agar menjamin keamanan bagi pekerja migran, dan memberikan jaminan pada pemberi pekerjaan bahwa mereka mendapatkan pekerja yang skillfull.
Di Job Fair kali ini, peluang kerja ke luar negeri disediakan untuk negara tujuan mulai Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan juga Malaysia.
Tidak hanya itu, yang istimewa dalam Job Fair kali ini juga secara khusus memberikan tawaran peluang kerja bagi calon pekerja dari disabilitas. Di mana ada 5 perusahaan yang menyediakan 941 lowongan untuk penyandang disabilitas.
Dari 941 lowongan kerja untuk disabilitas tersebut rincinya ada 131 lowongan untuk penyandang disabilitas fisik dan sensorik sisanya dapat diisi oleh penyandang disabilitas yang lain.
“Kita sengaja ingin memberikan fasilitas juga bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan potensinya. Bahkan bukan hanya dipersilakan untuk melamar pekerjaan yang ada, tapi dari Disnaker Provinsi Jawa Timur juga telah memiliki unit layanan pendampingan agar mereka memiliki skill yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dia tempati,” tambah Khofifah. (ST02)




