• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 27 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi Portabel

by Redaksi
Rabu, 27 Mei 2026

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Kepastian kandungan halal-haram pada pangan menjadi perhatian khusus bagi umat muslim. Saat bepergian ke luar negeri dengan mayoritas penduduk non-muslim, kerap muncul keraguan akan keamanan kandungan bahan baku pada setiap makanan yang dikonsumsi.

Menjawab kekhawatiran itu, tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi berupa strip test kit pendeteksi kandungan minyak babi yang praktis dan ekonomis. Penelitian ini dipimpin oleh Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama beberapa peneliti dari Pusat Studi Halal ITS, salah satunya yakni Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD.

Berkat inovasi ini, pengecekan kandungan minyak babi bisa dilakukan tanpa harus menggunakan metode deteksi berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) atau teknologi elektrokimia. Ruri menjelaskan bahwa alat inovasinya dirancang mirip dengan setrip pengecek pH pada air yang praktis. Tanpa harus melalui pengecekan laboratorium yang rumit, alat ini menggunakan prinsip perubahan warna berbasis material nano.

BACA JUGA:  Dorong Efisiensi Industri, Doktor ITS Hadirkan Kerangka Risiko Baru

Bersama dengan timnya, Ruri menerangkan bahwa eksperimen dilakukan untuk mendapatkan formula reagen yang sensitif terhadap kandungan minyak babi pada makanan. Produk inovasi ini dikembangkan dengan teknik deteksi berbasis optis, yakni sinyal optis perubahan warna. “Jadi akan terjadi perubahan warna dari reagen akibat bereaksi secara kimia dengan kandungan minyak yang ditarget,” papar Ruri.

Ke depannya, Ruri bersama tim berencana untuk terus melakukan pengembangan alat ini. Tidak hanya sebatas mendeteksi kandungan minyak babi, ia ingin alat ini juga mampu mendeteksi berbagai kandungan pemicu alergi. “Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi lainnya juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama, hanya saja formulasi reagen dan katalisnya berbeda,” ungkap dosen Departemen Teknik Fisika ITS.

BACA JUGA:  Tingkatkan Hidup Berkelanjutan, Guru Besar ITS Terapkan Konsep Pemulihan Limbah

Dengan kemudahan yang ditawarkan pada alat ini, Ruri berharap para muslim traveler dan orang-orang dengan alergi memiliki kendali dalam memastikan keamanan konsumsi makanannya di mana saja. Ini pun dapat menjadi salah satu cara agar masyarakat secara umum bisa menikmati hidangan kuliner Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan aman.

Lebih lanjut, Ruri berkomitmen untuk dapat melakukan produksi material hingga alat deteksi ini secara mandiri. Hal ini bertujuan mendukung ekosistem entrepreneurial university dan menekan ketergantungan pada sumber dari luar. Sebab, nantinya saat siap didistribusikan di pasaran harga setrip pendeteksi kandungan minyak babi ini diperkirakan Rp 10 ribu per setrip yang dapat digunakan untuk sekali tes. “Harga jual akan lebih rendah lagi jika alat ini berhasil diproduksi dalam skala yang lebih besar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Juarai SEM 2023, Tim Mobil Hemat Energi ITS Wakili Asia Pasifik dan Timur Tengah di DWC 2023

Hasil inovasi yang dikembangkan Ruri bersama tim ini turut mendukung pencapaian dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama SDGs poin ke-3 tentang Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera, poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. ((ST05)

Tags: Alat Deteksi Minyak BabiITSPeneliti
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono

Sekdaprov Adhy Tegaskan Perda Penanggulangan Bencana Jatim Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko

Rabu, 27 Mei 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 di PT Kareb Alam Sejahtera Mitra Produksi Sigaret Dander Desa Ngumpak ,Kabupaten Bojonegoro.

Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp 901 Juta untuk Buruh Pabrik Rokok Lintas Wilayah di Bojonegoro

Selasa, 26 Mei 2026
Banyak wali murid berkonsultasi di posko SPMB terkait penerimaan siswa baru. Berdasarkan kuota yang ada di Dinas Pendidikan, semua anak usia sekolah di Surabaya tidak ada yang tidak sekolah untuk tahun 2026

Lebih Adil dan Transparan, SPMB Surabaya 2026 Hadir dengan Sistem Terintegrasi Adminduk

Selasa, 26 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa saat di sentra peternak sapi hewan kurban milik H. Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Gubernur Khofifah Tinjau Sentra Ternak Sapi di Bojonegoro

Selasa, 26 Mei 2026

Berita Terkini

Peneliti ITS Kembangkan Alat Deteksi Minyak Babi Portabel

Rabu, 27 Mei 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono

Sekdaprov Adhy Tegaskan Perda Penanggulangan Bencana Jatim Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko

Rabu, 27 Mei 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 di PT Kareb Alam Sejahtera Mitra Produksi Sigaret Dander Desa Ngumpak ,Kabupaten Bojonegoro.

Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp 901 Juta untuk Buruh Pabrik Rokok Lintas Wilayah di Bojonegoro

Selasa, 26 Mei 2026
Banyak wali murid berkonsultasi di posko SPMB terkait penerimaan siswa baru. Berdasarkan kuota yang ada di Dinas Pendidikan, semua anak usia sekolah di Surabaya tidak ada yang tidak sekolah untuk tahun 2026

Lebih Adil dan Transparan, SPMB Surabaya 2026 Hadir dengan Sistem Terintegrasi Adminduk

Selasa, 26 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa saat di sentra peternak sapi hewan kurban milik H. Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Gubernur Khofifah Tinjau Sentra Ternak Sapi di Bojonegoro

Selasa, 26 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In