• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Anak Berkebutuhan Khusus Pun Miliki Multiple Intelligences

by Redaksi
Senin, 11 Juli 2022
Sharing Class ‘Mengoptimalkan Kecerdasan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan Individual Education Program (IEP) di Aula Bung Tomo kantor Dispendik Surabaya.

Sharing Class ‘Mengoptimalkan Kecerdasan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan Individual Education Program (IEP) di Aula Bung Tomo kantor Dispendik Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menggelar Sharing Class ‘Mengoptimalkan Kecerdasan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan Individual Education Program (IEP), Senin (11/7). Bertempat di Aula Bung Tomo kantor Dispendik, dihadirkan narasumber dari Yayasan Quali International Surabaya (QIS).

“Kuburlah ketidakmampuan anak didik kita, dan kembangkan kemampuan anak didik kita,” ungkap Ketua Yayasan QIS, Lili Musyafa’ah.

Lili menginginkan pengelola Pos PAUD Terpadu (PPT), Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang hadir dalam sharing class itu untuk memulai mengubah paradigma terhadap penanganan ABK.

Alumnus Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini menegaskan bahwa setiap ABK memiliki multiple intelligences.

BACA JUGA:  29.481 Seragam Gratis Dibagikan ke Siswa di 4.060 Sekolah

“Jangan melihat ABK itu down syndrome-nya, autis, tapi lihat setiap ABK mempunyai multiple intelligences. Coba para guru melakukan observasi. Yang paling dasar itu ABK memiliki kecerdasan Bahasa, atau cerdas gerak, cerdas bergaul, cerdas musik, cerdas gambar, cerdas angka, cerdas diri, atau cerdas alam,” urai Lili.

Dia menilai, kecerdasan setiap ABK tidak terbatas pada kekurangan fisik dan keterbatasan pada daya pikir otak. Guru, selain bertugas sebagai pengajar, juga memiliki tanggung jawab untuk mengobservasi potensi ABK di setiap kelasnya. Potensi setiap ABK, lanjut Lili, dapat dilihat minimal pada 100 hari pertama.

BACA JUGA:  Kuota Siswa SMPN Belum Penuhi Pagu, Dispendik Bojonegoro Lakukan Evaluasi

“Potensi ABK yang diketahui sejak dini dapat menjadi bakat. Bakat yang mendapat edukasi dengan baik maka bisa melahirkan spesialisasi dari ABK itu,” terangnya.

Lili cukup mengapresiasi lembaga-lembaga pendidikan yang sudah menerima ABK sebagai peserta didik. Sebab, tidak sedikit lembaga yang mau menerima ABK. “Berdasarkan riset kami, ABK hanya menghabiskan waktu di sekolah, karena kita tidak tahu ilmunya untuk memberi pendampingan,” terangnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD-PNF) Dispendik Kota Surabaya Muhammad Sufyan mengatakan, sharing class akan dilakukan selama tiga hari mulai 11 Juli sampai 13 Juli. Dimulai dari pemaparan mengenai multiple intelligence serta macam-macam ABK, serta analisis kebutuhan dan kemampuan setiap anak.

BACA JUGA:  11 Perguruan Tinggi Dukung Pengembangan Pembelajaran Daring Melalui Platform Indonesia Cyber Education Institute

“Setiap lembaga yang memiliki ABK kami undang kepala sekolah dan 3 orang gurunya. Kami damping untuk membuat analisis kebutuhan sampai dengan pembuatan program jangka panjang serta evaluasinya,” katanya.

Sufyan menjelaskan, pada 18 Juli mendatang dimulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) serentak. Saat PTM dimulai, tak jarang terdapat lembaga yang menerima ABK. Untuk itu, pengelola lembaga perlu mendapat pendampingan melalui teori dan praktik. (ST01)

Tags: Anak Berkebutuhan KhususDinas PendidikanMultiple IntelligencesYayasan Quali International Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In