• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Stunting di Bojonegoro Turun,  dari 4.227 Menjadi 3.804 Kasus

by Redaksi
Rabu, 1 Juni 2022
Suasana kegiatan pembinaan kepada ratusan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di Kecamatan Baureno dan Kepohbaru, Bojonegoro.

Suasana kegiatan pembinaan kepada ratusan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di Kecamatan Baureno dan Kepohbaru, Bojonegoro.

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berikhtiar menurunkan angka stunting dengan berbagai cara. Salah satunya memberikan pembinaan kepada ratusan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di Kecamatan Baureno dan Kepohbaru, Selasa (31/5).

Data stunting di Bojonegoro tercatat menurun dari tahun 2021 hingga Mei 2022 ini. Jika tahun lalu kasus stunting di Bojonegoro mencapai 4.227 kasus atau 5,71 persen, maka pada tahun ini turun menjadi 3.804 atau 5,21 persen.

“Alhamdulillah trennya turun tetapi tidak signifikan, bulan ini kami akan evaluasi lagi,” ujar Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat memberikan pembinaan kepada kader IMP di Baureno melalui video konferensi.

BACA JUGA:  Wali Kota Eri Ungkap Indikator Penilaian Adipura Kencana

Bupati menyebutkan, penurunan angka stunting akan terus dicari terobosannya, terutama meminta kepada kader IMP yang berada di tingkat desa untuk terus mengkampanyekan hidup sehat, aktif memeriksakan kehamilan kepada bidan serta aktif melakukan penimbangan bayi.

“Peran IMP kepada masyarakat langsung mengena, kami berharap bisa membantu menurunkan angka stunting. Tolong dimaksimalkan ya,” pintanya.

Bupati Anna juga menambahkan, ke depan akurasi data terkait angka stunting, kematian ibu hamil serta kematian bayi akan lebih diperbaiki. Ia meminta stakeholder terkait membuatkan aplikasi khusus, sehingga tren penurunannya bisa dipantau sewaktu-waktu.

BACA JUGA:  Keren, Ada Rumah Restorative Justice di Bojonegoro

“Jadi ikhtiar kita melakukan kegiatan ini (Pembinaan IMP) agar outputnya angka stunting di Bojonegoro terus turun,” tambah bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ani Puji Ningrum mengungkapkan, stunting itu adalah kondisi tumbuh kembang bayi terganggu, sehingga tubuh bayi tidak normal dibandingkan usianya atau kerdil.

“Anak-anak kecil sekarang itu rata-rata mengalami kekurangan gizi, penyebabnya karena tidak mau makanan sayur-sayuran, kebanyakan makannya frozen dan sebagainya. Jadi tolong ibu-ibu agar dikampanyekan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan anak-anak kecil,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkab Bojonegoro Ingatkan Peran Penting Dua Benteng Ini dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Sedangkan Kepala DP3AKB Heru Sugiarto berharap adanya komunikasi aktif yang terjalin diantara kader IMP dalam membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Kata dia, kegiatan tersebut selain untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan, juga membantu menurunkan angka stunting.

“Kita berikan materi tentang pencegahan pernikahan dini juga, karena hal itu juga berhubungan dengan terjadinya kasus stunting,” ucapnya. (ST10)

Tags: Anna Mu’awanahDinas KesehatanPemkab BojonegoroStunting
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026

Gubernur Khofifah Terima Audiensi Swaniti Initiative, Pastikan Jatim Siap Perkuat Kolaborasi Kembangkan Energi Terbarukan dan Percepatan Wujudkan Ekonomi Hijau

Jumat, 6 Maret 2026

Wagub Emil Tinjau Longsor di Jalur Nasional Trenggalek–Ponorogo, Pastikan Percepatan Penanganan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026

Gubernur Khofifah Terima Audiensi Swaniti Initiative, Pastikan Jatim Siap Perkuat Kolaborasi Kembangkan Energi Terbarukan dan Percepatan Wujudkan Ekonomi Hijau

Jumat, 6 Maret 2026

Wagub Emil Tinjau Longsor di Jalur Nasional Trenggalek–Ponorogo, Pastikan Percepatan Penanganan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 6 Maret 2026

Kasus Hipertensi Tembus 248 Ribu, Pemkot Surabaya Keluarkan Aturan Ketat Konsumsi GGL

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In