• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Stunting di Bojonegoro Turun,  dari 4.227 Menjadi 3.804 Kasus

by Redaksi
Rabu, 1 Juni 2022
Suasana kegiatan pembinaan kepada ratusan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di Kecamatan Baureno dan Kepohbaru, Bojonegoro.

Suasana kegiatan pembinaan kepada ratusan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di Kecamatan Baureno dan Kepohbaru, Bojonegoro.

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berikhtiar menurunkan angka stunting dengan berbagai cara. Salah satunya memberikan pembinaan kepada ratusan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di Kecamatan Baureno dan Kepohbaru, Selasa (31/5).

Data stunting di Bojonegoro tercatat menurun dari tahun 2021 hingga Mei 2022 ini. Jika tahun lalu kasus stunting di Bojonegoro mencapai 4.227 kasus atau 5,71 persen, maka pada tahun ini turun menjadi 3.804 atau 5,21 persen.

“Alhamdulillah trennya turun tetapi tidak signifikan, bulan ini kami akan evaluasi lagi,” ujar Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat memberikan pembinaan kepada kader IMP di Baureno melalui video konferensi.

BACA JUGA:  Jelang Ramadan, Peminat Vaksinasi Booster Meningkat

Bupati menyebutkan, penurunan angka stunting akan terus dicari terobosannya, terutama meminta kepada kader IMP yang berada di tingkat desa untuk terus mengkampanyekan hidup sehat, aktif memeriksakan kehamilan kepada bidan serta aktif melakukan penimbangan bayi.

“Peran IMP kepada masyarakat langsung mengena, kami berharap bisa membantu menurunkan angka stunting. Tolong dimaksimalkan ya,” pintanya.

Bupati Anna juga menambahkan, ke depan akurasi data terkait angka stunting, kematian ibu hamil serta kematian bayi akan lebih diperbaiki. Ia meminta stakeholder terkait membuatkan aplikasi khusus, sehingga tren penurunannya bisa dipantau sewaktu-waktu.

BACA JUGA:  Pj Bupati Adriyanto Pimpin Bojonegoro

“Jadi ikhtiar kita melakukan kegiatan ini (Pembinaan IMP) agar outputnya angka stunting di Bojonegoro terus turun,” tambah bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ani Puji Ningrum mengungkapkan, stunting itu adalah kondisi tumbuh kembang bayi terganggu, sehingga tubuh bayi tidak normal dibandingkan usianya atau kerdil.

“Anak-anak kecil sekarang itu rata-rata mengalami kekurangan gizi, penyebabnya karena tidak mau makanan sayur-sayuran, kebanyakan makannya frozen dan sebagainya. Jadi tolong ibu-ibu agar dikampanyekan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan anak-anak kecil,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dinas PU BM PR Bojonegoro Lakukan Pengawasan Lapangan Setiap Pekerjaan Konstruksi

Sedangkan Kepala DP3AKB Heru Sugiarto berharap adanya komunikasi aktif yang terjalin diantara kader IMP dalam membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Kata dia, kegiatan tersebut selain untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan, juga membantu menurunkan angka stunting.

“Kita berikan materi tentang pencegahan pernikahan dini juga, karena hal itu juga berhubungan dengan terjadinya kasus stunting,” ucapnya. (ST10)

Tags: Anna Mu’awanahDinas KesehatanPemkab BojonegoroStunting
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In