• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 11 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Perajin Doran Membutuhkan Modal untuk Bertahan

by Redaksi
Senin, 30 Mei 2022
Sutiono, salah satu perajin di Kabupaten Bojonegoro yang sudah menekuni pembuatan doran pacul dari kayu jati sejak tahun 2005.

Sutiono, salah satu perajin di Kabupaten Bojonegoro yang sudah menekuni pembuatan doran pacul dari kayu jati sejak tahun 2005.

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro tak hanya dikenal dengan minyak dan gas bumi (migas). Tapi juga terkenal dengan beragam kerajinan dari kayu jati.

Kerajinan kayu jati itu juga tak hanya menjadi furnitur, namun dimanfaatkan untuk membuat doran atau tangkai cangkul. Bahkan, para perajinnya telah berkecimpung selama 42 tahun.

Bunyi ketukan kapak terdengar konstan. Tampak seorang laki-laki mengayunkan kapak perlahan. Membentuk gelondongan kayu jati berukuran sedang menjadi pola doran. Semua pengerjaan masih manual.

Sementara satu orang lainnya, mengoperasikan ketam, mesin penghalus kayu. Suaranya menggaung di tempat produksi yang bercampur dengan ternak sapi. Tempat sederhana berlantai tanah yang memuat tumpukan doran yang masih setengah jadi. Tangkai-tangkai cangkul itu tertumpuk dengan rapi.

BACA JUGA:  Empat Alasan Memilih POCO X3 GT

Sutiono (39), pemuda asal Dusun Kedondong, Desa Panunggalan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro mulai menekuni pembuatan doran pacul dari kayu jati sekitar tahun 2005. Hanya saja, sesepuh di sana sudah memulainya sejak 1980.

Penjualan pun dilakukan bekerja sama dengan para tengkulak dan memanfaatkan media sosial Facebook @doranjati. Perlahan, usaha doran asal Sugihwaras ini merambah ke digital. Sebab, jika tidak mengikuti zaman, usaha pun akan tertinggal.

“Untuk bahannya kami beli dari tetangga desa. Lalu baru kami buat doran jati,” ujarnya, Senin (30/5).

BACA JUGA:  Sukseskan Program Pemerintah, Koramil 0813-05/Dander dan Forkopimcam Tanam Pohon

Profesi Sutiono tak hanya sebagai perajin doran pacul. Ia kerap turun ke sawah. Hanya saja, para perajin yang juga berprofesi sebagai petani ini pun terimbas pandemi Covid-19. Sehingga penjualan produk sempat terguncang. Untuk itu, dia berharap kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka.

“Dalam sehari, saya paling banyak membuat doran jati 40 batang. Perajin doran pacul di tempat kami yang tersisa dan masih aktif produksi ada 15 KK karena faktor lanjut usia,” terangnya.

Pembelinya, lanjut dia, berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Di antaranya Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Lamongan, dan Gresik. Ketahanannya pun hingga 2 tahun. Harga grosir pasaran Rp 6 ribu. Sementara jika ecer Rp 10 ribu per doran jati.

BACA JUGA:  Wagub Emil: Zona Kuning Adalah Capaian Semua Elemen Masyarakat

Sutiono berharap agar usaha asal desanya terus berkembang dan mengharapkan dukungan dari pemdes hingga pemerintah kabupaten untuk membantu kendala utamanya terkait pemodalan. Sebab, menurut Sutiono, usaha doran jati terbilang musiman.

“Kalau petani mau nggarap sawah baru ramai pembeli. Kalau sudah itu sepi lagi. Nanti masuk tanam, baru ramai lagi. Sehingga kami membutuhkan modal untuk bertahan dalam mencukupi kebutuhan kami. Semoga usaha kami diperhatikan dengan pemerintah,” pungkasnya. (ST10)

Tags: BojonegoroPandemi Covid-19Perajin DoranTangkai Cangkul Khas Bojonegoro
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wapres Gibran Hadiri Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang:

Minggu, 10 Mei 2026
Wagub Emil Dardak saat menjadi pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026.

Jadi Pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026, Emil Promosikan Bromo dan Ijen

Minggu, 10 Mei 2026

Wagub Emil Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045*

Minggu, 10 Mei 2026

Festival Rujak Uleg 2026 Jadi Magnet Wisata, Warga dari Berbagai Daerah Serbu Surabaya

Minggu, 10 Mei 2026

Berita Terkini

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono.

Komisi B DPRD Surabaya Dukung Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh

Senin, 11 Mei 2026

Wapres Gibran Hadiri Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang:

Minggu, 10 Mei 2026
Wagub Emil Dardak saat menjadi pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026.

Jadi Pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026, Emil Promosikan Bromo dan Ijen

Minggu, 10 Mei 2026

Wagub Emil Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045*

Minggu, 10 Mei 2026

Festival Rujak Uleg 2026 Jadi Magnet Wisata, Warga dari Berbagai Daerah Serbu Surabaya

Minggu, 10 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In