• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Hadiri Silaturahmi Anak Bangsa, Wagub Emil Ajak Bangun Semangat Multikulturalisme

by Redaksi
Minggu, 29 Mei 2022
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Sebagai negara perpulauan terbesar dunia, Indonesia memiliki ratusan suku dengan bahasa, budaya, serta kepercayaan yang berbeda. Oleh karenanya, kebhinekaan merupakan suatu keniscayaan yang patut diselebrasi bersama.

“Kita di sini untuk menyegarkan kembali semangat kebhinekaan kita yang luar biasa. Karena didirikannya Indonesia adalah semangat untuk memperjuangkan keperimanusiaan sesuai nilai-nilai Pancasila. Makanya kita kumpul dari berbagai elemen, lintas latar belakang, bahkan lintas agama untuk menghargai pluralisme dan multikulturalisme yang ada di Indonesia,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Silaturahmi Anak Bangsa dengan tema “Pancasila Sebagai Elan Atau Lambang Perjuangan Hidup Dalam Membentuk Tata Dunia yang Berperikemanusiaan Pasca Pandemi” di auditorium Universitas Ciputra, Surabaya, Sabtu (28/5).

BACA JUGA:  Pertama di Indonesia, ITS Buka Prodi Sains Analitik dan Instrumentasi Kimia

Menurut Emil, banyak orang seringkali mengenal istilah _nation state_ yang hadir karena kesamaan _nation_ dan juga yang hadir karena kesamaan geografis. Hanya saja, Indonesia tergolong unik karena merupakan negara archipelago terbesar dengan pulau-pulau terbesar dunia juga.

“Masing-masing pulau ini sebenarnya bisa memutuskan untuk menjadi _standalone island_, tapi ternyata kita bersatu sebagai Indonesia terlepas dari berbagai ras, budaya, bahasa ataupun agama. Maka Sumpah Pemuda tahun 1928 menjadi milestone yang luar biasa,” tuturnya.

Hanya saja, Emil menilai bahwa sekarang ini semangat untuk bersatu dalam kebhinekaan cenderung pudar. Apalagi mengingat Indonesia tak lagi berada dalam cengkraman para penjajah secara fisik.

BACA JUGA:  Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta Bisa Antarkan Indonesia Jadi Negara Besar di 2045

“Nah, hari ini banyak yang guyon kalau penjajah masih jauh sehingga kita lupa terhadap semangat yang menyatukan kita dulu. Bahwa sebenarnya kebersamaan itulah yang membuat negara ini hadir dan eksis,” imbuhnya.

Selain itu, Emil mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan sosial media juga membawa tantangan tersendiri. Sebab, terlepas dari mudahnya akses informasi, banyaknya berita bohong dan menyesatkan juga berdampak pada kerukunan dan ketenangan bermasyarakat.

“Di tengah media sosial yang semakin bebas, banyak sekali informasi yang judul kadang-kadang nggak mencerminkan isinya. Ini semakin memperuncing potensi konflik yang terjadi pada masyarakat,” ucapnya.

“Kalau orang terlalu cepat menyimpulkan, bisa bahaya sekali. Maka salah satu resiko kita adalah menjadi bangsa yang bersumbu pendek. Yang artinya kita bisa terlalu cepat marah, terlalu cepat tersinggung, dan terlalu cepat menyimpulkan,” lanjut Emil.

BACA JUGA:  Arumi Bachsin Apresiasi Semangat Warga Majukan Desa

Maka dari itu, Emil menyebut momentum Silaturahmi Anak Bangsa ini dapat menjadi ajang untuk lebih mengedukasi diri terhadap perbedaan di sekitar. Tak hanya itu, ia berharap agar acara ini juga dapat menjadi jembatan antar elemen masyarakat untuk bersatu kembali.

“Kami ada untuk mengusahakan tatanan masyarakat yang lebih baik. Mudah-mudahan keberadaan dukungan dari seluruh pihak bisa memperkuat komitmen kita untuk bersatu, untuk berdikari, untuk kreatif berkarya dan berkreasi, serta saling berbagi,” harapnya. (ST02)

Tags: Anak BangsaMultikulturalismeSilaturahmiWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Program Women Fight Back di Gelora Pancasila.

Cegah Kekerasan terhadap Perempuan, Perwosi dan Pemkot Surabaya Gandeng KONI Latih Bela Diri Krav Maga

Selasa, 21 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terfavorit di Ajang Jaksa Garda Desa Award 2026

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi Balai Kota Surabaya.

Sisir Kampung, Camat dan Lurah Surabaya Jemput Bola Data Pemuda Belum Kuliah

Selasa, 21 April 2026

Berita Terkini

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Program Women Fight Back di Gelora Pancasila.

Cegah Kekerasan terhadap Perempuan, Perwosi dan Pemkot Surabaya Gandeng KONI Latih Bela Diri Krav Maga

Selasa, 21 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terfavorit di Ajang Jaksa Garda Desa Award 2026

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi Balai Kota Surabaya.

Sisir Kampung, Camat dan Lurah Surabaya Jemput Bola Data Pemuda Belum Kuliah

Selasa, 21 April 2026
Jajaran direksi turun langsung melayani pelanggan yang hadir di kantor pusat yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Moestopo Nomor 2, Surabaya.

Spesial Hari Konsumen Nasional, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Sajikan Layanan Nyaman untuk Pelanggan

Selasa, 21 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In