• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 Februari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Lulusan Pesantren Miliki Skill Complex Problem Solving yang Dibutuhkan Industri Masa Depan

by Redaksi
Selasa, 8 Maret 2022
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibni Malik di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibni Malik di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

SURABAYATODAY.ID, KEDIRI – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut pola pendidikan pesantren menjadikan lulusannya memiliki kemampuan complex problem solving yang dibutuhkan di era industri 4.0 dan industri masa depan . Complex problem solving merupakan skill yang terkait dengan kemampuan memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya dalam dunia nyata.

Dari sepuluh skill yang dibutuhkan dalam era industri masa depan  prosentase kebutuhan tertinggi adalah complex problem solving (36 persen) sementara social skill (19 persen) dan process skill (18 persen).

Menurut Khofifah, pendidikan di pondok pesantren mengajarkan seluruh santrinya mampu memecahkan permasalahan yang kompleks dengan cara-cara yang kreatif. Selain pendekatan science juga pendekatan religiusitas seperti istikharoh (mohon petunjuk agar ditunjukkan hal yang baik).

BACA JUGA:  Musimnya Tiba, Yuk Nikmati Legitnya Mangga Gadung dan Manalagi asal Kediri

“Dalam pendekatan industri masa depan, complex problem solving ternyata merupakan kebutuhan tertinggi. Mulai dari kompleksitas masalah, ekosistem yang tiba-tiba berubah, kepastian mencari jawaban, banyak sektor terdisrupsi,  ternyata semua hal itu solusinya banyak ditemukan di pesantren,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibni Malik di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kec. Mojo, Kab. Kediri, Senin (7/3).

Ia mengatakan, kemampuan mengatasi masalah yang kompleks didapatkan santri setiap hari melalui berbagai bentuk kajian kitab kuning dan  kajian sosial kemasyarakatan serta keagamaan serta  istiqomah ibadah yang dilakukan. Yang mana, hal tersebut melatih mereka menghadapi masalah dengan tenang , mengidentifikasi solusi dengan detail dan berpegang teguh pada sisi referensi  keagamaan.

BACA JUGA:  Khofifah Ziarah ke Makam PMI Korban Covid-19 di Hong Kong

“Di pesantren itu ada majelis di mana para kyai dan santri bermusyawarah serta  bermunajat. Di sini juga setiap hari  secara istiqomah mereka melakukan qiyamul lail,  sholat tahajud juga istikharah dan dzikir di sebagian  malam , pagi dan siang. Maka, kalau diurai betul,  mereka bisa memiliki kemampuan  skill complex problem solving ini dengan terus mengasahnya tiap hari,” ujarnya.

Maka itu, Khofifah mengajak para santri untuk mengamalkan apa yang mereka peroleh di pesantren  untuk  membina dan menjaga masyarakat. Menjaga agama. Menjaga negara. Sebab, di tengah krisis pandemi dan tantangan ekonomi, apa yang mereka miliki akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan kepastian dan ketenangan hidup.

BACA JUGA:  Kader PKK Diajak Jadi Motor Penggerak Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat

“Memang betul bahwa kita butuh transformasi digital. Tapi bagaimana kita harus menyelaraskan dengan dakwah bil lisan, dakwah bil maal, dakwah bil haal, dan dakwah bil IT. Ini yang kemudian harus kita lakukan berseiring untuk masyarakat , agama , bangsa dan negara,” jelasnya.

Di akhir, Khofifah kemudian berharap agar pendekatan complex problem solving di pondok pesantren bisa diintegrasikan ke permasalahan hidup masyarakat lainnya. Di mana, orang-orang dapat menyelesaikan masalah dengan metode serupa. Lebih luas lagi dalam mencari solusi berbagai kompleksitas masalah bangsa dan  negara. (ST02)

Tags: Gubernur KhofifahIndustriPondok PesantrenProblem Solving
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Pimpinan dan Segenap Anggota DPRD Kota Surabaya Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026

Senin, 9 Februari 2026
Konferensi pers oleh manajemen PD Kebun Binatang Surabaya.

PDTS KBS Jamin Kesejahteraan Satwa Jadi Prioritas Utama

Minggu, 8 Februari 2026

Puluhan Personel Pemkot Surabaya Turun ke Jalan, Tertibkan Kabel FO Tak Berizin

Minggu, 8 Februari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama

Khofifah Tegaskan Peran Nahdlatul Ulama Sebagai Pilar Persatuan Indonesia

Minggu, 8 Februari 2026

Berita Terkini

Pimpinan dan Segenap Anggota DPRD Kota Surabaya Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026

Senin, 9 Februari 2026
Konferensi pers oleh manajemen PD Kebun Binatang Surabaya.

PDTS KBS Jamin Kesejahteraan Satwa Jadi Prioritas Utama

Minggu, 8 Februari 2026

Puluhan Personel Pemkot Surabaya Turun ke Jalan, Tertibkan Kabel FO Tak Berizin

Minggu, 8 Februari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama

Khofifah Tegaskan Peran Nahdlatul Ulama Sebagai Pilar Persatuan Indonesia

Minggu, 8 Februari 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Presiden RI Prabowo Subianto Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

Minggu, 8 Februari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In