• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

PTM di Surabaya 100 Persen, Komisi D Ingatkan Perlu Pengaturan Jam Pulang untuk Hindari Kerumunan

by Redaksi
Selasa, 11 Januari 2022
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Nyoto bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Surabaya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Nyoto bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Surabaya sudah diberlakukan 100 persen bagi PAUD, TK, SD dan SMP. Kegiatan PTM tersebut sudah dimulai sejak Senin (10/1) lalu.

PTM di minggu pertama ini, dibagi ke dalam dua shift. Yakni shift pertama 50 persen dan shift kedua 50 persen dengan menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing. Pada PTM itu, pelaksanaannya ditinjau oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama anggota DPRD Surabaya.

Meski secara umum PTM berjalan lancar dan tertib, Komisi D DPRD Surabaya memberikan perhatian terhadap kemungkinan adanya penularan Covid-19. Dalam pelaksanaan PTM itu, dikhawatirkan adanya kerumunan, terutama pada jam pulang sekolah.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Bersama Bank Jatim Gelar Forkom Dispendukcapil Sosialisasikan Pemanfaatan IKD

“Kalau saat masuk sekolah tidak ada masalah (tidak ada kerumunan). Karena saat diantar dan tiba di sekolah, siswa langsung. Namun yang harus diantisipasi dan diwaspadai adalah jam pulang sekolah,” ungkap anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Nyoto.

Ia mengatakan saat pulang sekolah banyak orang tua yangmenjemput anaknya. Umumnya, para orang tua ini menunggu di luar gerbang sekolah. Begitu siswa pulang, ada kerumunan siswa yang menunggu dijemput.

“Sehingga perlu ada pengaturan jadwal agar jam pulang tidak bersamaan, agar ada jeda untuk menghindari kerumunan. Ini penting untuk kesehatan dan keselamatan anak,” terangnya.

BACA JUGA:  Dampak Transisi Perubahan Iklim, Wapadai DBD!

Karena itu, Herlina mengingatkan agar PTM dihentikan ketika ditemukan kasus atau tren penularan Covid-19 naik. Karena yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan anak.

“Agar anak aman nyaman dan memberikan kegembiraan buat anak,” tambah dia.

Meski demikian, ia mendukung PTM dilakukan 100 persen. Baginya, PTM perlu dan harus dilakukan untuk tumbuh kembang psikososial anak.

Alasannya, selama ini siswa berinteraksi dengan layar handphone atau smartphone. “Itu yang kemudian anak-anak kurang mendapat interaksi sosial dengan teman dan guru,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Kelas UMKM Melalui Aplikasi CAK BAPOK

Herlina juga menilai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kurang maksimal. Menurutnya, dalam PJJ ada pembelajaran yang hilang. “Atau tidak lengkap yang disebut learning loss,” terangnya.

Di sisi lain, Herlina menekankan tetap dibutuhkan izin dari orang tua atau wali murid. Ia tidak ingin Pemkot Surabaya serta merta mengadopsi aturan SKB 4 Menteri, yang menyatakan siswa yang tidak ikut PTM dianggap absen.

“Khusus Surabaya, siswa yang tidak ikut PTM karena sakit atau tidak dapat izin orang tua tetap harus diperbolehkan PJJ,” ujar Herlina. (ADV-ST01)

Tags: DPRD SurabayaKomisi DPembelajaran Tatap MukaPemkot SurabayaPTM
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In