• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

PTM di Surabaya 100 Persen, Komisi D Ingatkan Perlu Pengaturan Jam Pulang untuk Hindari Kerumunan

by Redaksi
Selasa, 11 Januari 2022
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Nyoto bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Surabaya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Nyoto bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Surabaya sudah diberlakukan 100 persen bagi PAUD, TK, SD dan SMP. Kegiatan PTM tersebut sudah dimulai sejak Senin (10/1) lalu.

PTM di minggu pertama ini, dibagi ke dalam dua shift. Yakni shift pertama 50 persen dan shift kedua 50 persen dengan menyesuaikan kondisi sekolah masing-masing. Pada PTM itu, pelaksanaannya ditinjau oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama anggota DPRD Surabaya.

Meski secara umum PTM berjalan lancar dan tertib, Komisi D DPRD Surabaya memberikan perhatian terhadap kemungkinan adanya penularan Covid-19. Dalam pelaksanaan PTM itu, dikhawatirkan adanya kerumunan, terutama pada jam pulang sekolah.

BACA JUGA:  Bupati Bojonegoro Serahkan Bonus Bagi Peraih Medali Porprov Jatim

“Kalau saat masuk sekolah tidak ada masalah (tidak ada kerumunan). Karena saat diantar dan tiba di sekolah, siswa langsung. Namun yang harus diantisipasi dan diwaspadai adalah jam pulang sekolah,” ungkap anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Nyoto.

Ia mengatakan saat pulang sekolah banyak orang tua yangmenjemput anaknya. Umumnya, para orang tua ini menunggu di luar gerbang sekolah. Begitu siswa pulang, ada kerumunan siswa yang menunggu dijemput.

“Sehingga perlu ada pengaturan jadwal agar jam pulang tidak bersamaan, agar ada jeda untuk menghindari kerumunan. Ini penting untuk kesehatan dan keselamatan anak,” terangnya.

BACA JUGA:  Pimpinan DPRD Surabaya Resmi Dilantik, Langsung Bentuk Alat Kelengkapan Dewan

Karena itu, Herlina mengingatkan agar PTM dihentikan ketika ditemukan kasus atau tren penularan Covid-19 naik. Karena yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan anak.

“Agar anak aman nyaman dan memberikan kegembiraan buat anak,” tambah dia.

Meski demikian, ia mendukung PTM dilakukan 100 persen. Baginya, PTM perlu dan harus dilakukan untuk tumbuh kembang psikososial anak.

Alasannya, selama ini siswa berinteraksi dengan layar handphone atau smartphone. “Itu yang kemudian anak-anak kurang mendapat interaksi sosial dengan teman dan guru,” ujarnya.

BACA JUGA:  Eri Salat Jumat di Masjid Nurul Iman, Usai Itu Makan Bareng dengan Mantan Gubernur Jatim Imam Utomo

Herlina juga menilai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kurang maksimal. Menurutnya, dalam PJJ ada pembelajaran yang hilang. “Atau tidak lengkap yang disebut learning loss,” terangnya.

Di sisi lain, Herlina menekankan tetap dibutuhkan izin dari orang tua atau wali murid. Ia tidak ingin Pemkot Surabaya serta merta mengadopsi aturan SKB 4 Menteri, yang menyatakan siswa yang tidak ikut PTM dianggap absen.

“Khusus Surabaya, siswa yang tidak ikut PTM karena sakit atau tidak dapat izin orang tua tetap harus diperbolehkan PJJ,” ujar Herlina. (ADV-ST01)

Tags: DPRD SurabayaKomisi DPembelajaran Tatap MukaPemkot SurabayaPTM
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In