SURABAYATODAY.ID, PROBOLINGGO – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan hutan mangrove memiliki peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Dalam luasan yang setara dengan hutan tropis itu, hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak.
Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung pantai dan habitat biota yang bernilai ekonomis seperti ikan, kepiting, dan udang serta rumah bagi keanekaragaman hayati lainnya. Ekosistem mangrove yang sehat juga bisa didorong menjadi salah satu objek ekowisata yang menarik.
“Jatim punya 40 juta penduduk, luasnya terbatas, ekosistem sangat berpotensi untuk dirambah dengan cara yang tidak berkelanjutan,” katanya. Hal ini disampaikannya saat Emil menghadiri Program Penanaman Mangrove di Pantai Duta, Kabupaten Probolinggo
“Inovasi akan sangat penting untuk menjaga lingkungan dan ikut berkonstruksi dalam perang dunia menangani perubahan iklim,” jelasnya.
Ia menyatakan setelah menanam mangrove terdapat mekanisme perawatan. Dalam konteks tersebut, tidak hanya diserahkan kepada pemerintah atau segelintir pihak saja. Tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat.
Pemprov Jatim, lanjutnya, tetap mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat luas untuk meningkatkan upaya pemulihan ekosistem mangrove di Jawa Timur.
“Semua kembali rasa memiliki kepada masyarakat. Ini bukan proyek tapi pemberdayaan masyarakat termasuk pembibitan untuk mendukung program mangrove. Jadi, insya Allah akan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, upaya rehabilitasi hutan mangrove perlu segera dipercepat dan memerlukan peran para pihak. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Untuk itu, program rehabilitasi mangrove melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau corporate social responsibility (CSR) sangat didukung karena penurunan emisi gas rumah kaca menjadi tanggung jawab semua pihak.
“Kami berharap dengan dilaksanakannya Launching Rehabilitasi Mangrove Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/Corporate Social Responsibility menjadi awal untuk keterlibatan semua pihak dalam rangka restorasi mangrove di seluruh Indonesia termasuk di Jawa Timur,” pungkas mantan Bupati Trenggalek tersebut. (ST02)





