• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 15 Februari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Lulusan SMK Sudah Bekerja tapi Terdata Sebagai Pengangguran, Kok Bisa?

by Redaksi
Senin, 25 Oktober 2021
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara Pameran Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021 di SMK Negeri 1 Singosari Malang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara Pameran Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021 di SMK Negeri 1 Singosari Malang.

SURABAYATODAY.ID, MALANG – Gubernur Jatim Khofifah Indar arawansa menghadiri pameran Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021 di SMK Negeri 1 Singosari Malang. Dalam kesempatan ini, ia merekomendasikan perspektif bekerja dan tingkat pengangguran terbuka.

Menurutnya, data menyebutkan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi jumlah pengangguran di Indonesia termasuk Jawa Timur akibat pemaknaan atau definisi TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka).

Menurut Khofifah, ke depan rumusan TPT perlu dicermati ulang. “Karena kenyataanya lulusan SMK tidak menganggur, namun lebih memilih bekerja secara profesional, personal dan mendapat income,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Tinjau Vaksinasi Massal, Eri Cahyadi: Bagaimana Rasanya Disuntik? Sakit Tidak?

Diungkapkan, hal ini menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersama bidang pendidikan khususnya Dunia Usaha, Industri dan Kerja (Dudika). Mengingat, lulusan SMK dipersiapkan untuk mengisi lapangan kerja. Namun karena definisi TPT mengasumsikan bejerja dalam sebuah institusi maka data evaluasi TPT mendominasi angka pengangguran.

“Status lulusan SMK yang memilih bekerja secara profesional-personal belum bisa dimasukkan kategori bekerja. Inilah yang kemudian menjadi penyebab mengapa TPT lulusan SMK disebut tertinggi,” terangnya.

“Cukup banyak pelajar SMK lebih memilih sebagai pekerja profesional- personal ketimbang kerja di institusi atau Industri,” lanjut Khofifah.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Awasi Pemburu Koin Jagat, Beri Sanksi Jika Kedapatan Rusak Fasum

Terkait hal ini Gubernur Khofifah sudah berkomunikasi dengan BPS supaya ada proses kelanjutan di Kemendikbud, utamanya Dirjen Vokasi dan Direktur SMK. “Kita cocokkan definisi TPT untuk mencari format BPS agar bisa mengakomodir bahwasannya alumni SMK yang memilih kerja profesional- personal dan mendapatkan income sehingga tidak masuk kategori TPT,” tandasnya.

Di sisi lain, setelah membuka pameran Expo ICT, Gubernur Khofifah berkesempatan meninjau beberapa stan karya pelajar SMK. Khofifah didampingi Bupati Malang Sanusi, Direktur SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek Wardani Sugiarto, dan Plt Direktur Kemitraan penyelarasan Dudika Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbud Ristek Sariyaji. Selain itu juga Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi, Ketua Dewan Pendidikan Jatim Ahmad Muzaki serta kepala OPD Pemprov Jatim terkait. (ST02)

BACA JUGA:  Tiga Jurus Atasi Stunting di Kota Pahlawan Ala Dinas Kesehatan Surabaya
Tags: Khofifah Indar ParawansaPengangguranPengangguran TerbukaSMK
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Terima Dubes Uzbekistan di Grahadi, Jajaki Kerja Sama Sister Province Jawa Timur – Samarkand

Sabtu, 14 Februari 2026
Penertiban puluhan tiang kabel fiber optik yang tidak mengantongi izin.

Satpol PP Surabaya Tertibkan 45 Tiang Fiber Optik Tak Berizin

Sabtu, 14 Februari 2026

Pemkot Surabaya Bidik Penjahit Lokal Garap Kerudung ASN

Sabtu, 14 Februari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia H.E. Daniel Blockert

Ketemu Gubernur Khofifah, Begini Kata Dubes Swedia

Jumat, 13 Februari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Terima Dubes Uzbekistan di Grahadi, Jajaki Kerja Sama Sister Province Jawa Timur – Samarkand

Sabtu, 14 Februari 2026
Penertiban puluhan tiang kabel fiber optik yang tidak mengantongi izin.

Satpol PP Surabaya Tertibkan 45 Tiang Fiber Optik Tak Berizin

Sabtu, 14 Februari 2026

Pemkot Surabaya Bidik Penjahit Lokal Garap Kerudung ASN

Sabtu, 14 Februari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia H.E. Daniel Blockert

Ketemu Gubernur Khofifah, Begini Kata Dubes Swedia

Jumat, 13 Februari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia H.E. Daniel Blockert.

Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Dubes Swedia, Perkuat Kerjasama Bidang Transportasi Hingga Pendidikan

Jumat, 13 Februari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In