• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Pengunjung Taman Kota Dibatasi Maksimal Satu Jam

by Redaksi
Minggu, 24 Oktober 2021
Sebelum masuk taman kota, pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, pengunjung juga wajib cek suhu, menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

Sebelum masuk taman kota, pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, pengunjung juga wajib cek suhu, menggunakan masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) sudah mulai membuka taman di Surabaya. Dari 39 taman, ada 8 taman kota yang sudah boleh dikunjungi masyarakat. Meski demikian, DKTRH menerapkan protokol kesehatan ketat.

Selain pengunjung harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, julahpengunjung juga dibatasi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DKRTH Surabaya, Mohamad Iman Rachmadi menjelaskan, bahwa setiap pengunjung yang hendak memasuki taman, mendapat estimasi waktu mulai 30 menit dan maksimal 1 jam.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan di dalam taman, serta agar pengunjung bisa masuk secara bergiliran. “Usai melakukan pengecekan QR code barcode PeduliLindungi sebelum memasuki taman nanti akan terlihat kapasitas pengunjung setiap taman. Apabila sudah memenuhi kuota pengunjung, maka pengunjung lainnya harus menunggu,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Surabaya Masuk PPKM Level 3, Begini Strategi Turun ke Level 2

Dikatakan, setia pengunjung paling lama waktunya adalah 60 menit. “Estimasi setiap pengunjung yang masuk mulai 30 menit sampai 1 jam, tidak bisa lebih karena harus bergantian dengan pengunjung lainnya,” jelas Iman.

Ia juga mengatakan, bahwa pihaknya mendirikan posko pengawasan terhadap pembukaan taman di setiap taman kota yang buka. Nantinya para petugas pengawas berasal dari DKRTH yang dibantu oleh petugas Linmas Kota Surabaya.

“Untuk petugas yang berjaga tentunya akan bergiliran sesuai dengan jadwal. Nanti akan dibantu oleh Linmas,” kata dia.

BACA JUGA:  Tiga Hal Sepele yang Bisa Bikin Penularan Covid-19

Di sisi lain, Kepala DKRTH Anna Fajriatin berharap meskipun PPKM di Kota Surabaya sudah berada di level 1, warga diminta untuk tidak abai dalam penerapan prokes. Karenanya, ia juga meminta warga tetap bisa menjaga jarak antar pengunjung yang lainnya, agar tidak menimbulkan kerumunan. Serta tetap mencuci tangan dan menggunakan masker.

“Warga diharapkan tidak terlalu euforia meski sudah PPKM Level 1, harus tetap mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjauhi kerumunan atau menjaga jarak saat taman kota,” terang dia.

BACA JUGA:  Pilkada Serentak Aman, Gubernur Khofifah: Terima Kasih Masyarakat Jawa Timur

Terpisah, salah satu pengunjung Taman Flora Kota Surabaya, Kusnul Ma’arif mengaku senang karena taman kota sudah mulai dibuka kembali, terutama dengan penerapan prokes yang sangat ketat. Sebab, dengan pembukaan taman ini, ia bisa memberikan alternatif tempat wisata dan edukasi kepada cucunya.

“Senang taman sudah dibuka. Kami menyambut baik usaha pemerintah, taman ini bisa menjadi alternatif wisata di Kota Surabaya dengan prokes ketat,” ujar warga Gubeng Kertajaya ini. (ST01)

Tags: DKRTHPeduliLindungiProtokol KesehatanTaman Kota
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

KRI Prabu Siliwangi-321 melaksanakan uji coba penembakan atau structural firing Meriam 127 mm saat pelayaran uji coba terakhir, sebagai persiapan menuju Indonesia.

KRI Prabu Siliwangi-321 Torehkan Sejarah, Laksanakan Structural Firing Meriam 127 MM Usai Uji Glagaspur L1 dan L2

Jumat, 30 Januari 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

HP Dibatasi di Sekolah, Interaksi Siswa Surabaya Meningkat Signifikan

Kamis, 29 Januari 2026

Gerak Cepat Kendalikan PMK, Gubernur Khofifah Distribusikan 453 Ribu Dosis Vaksin Tahap I ke 38 Kabupaten/Kota

Kamis, 29 Januari 2026
Kondisi pasca runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya yang terjadi 28 Januari 2026 lalu.

Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Runtuh, Wali Kota Eri Perintahkan Evaluasi Sarpras Sekolah

Kamis, 29 Januari 2026

Berita Terkini

KRI Prabu Siliwangi-321 melaksanakan uji coba penembakan atau structural firing Meriam 127 mm saat pelayaran uji coba terakhir, sebagai persiapan menuju Indonesia.

KRI Prabu Siliwangi-321 Torehkan Sejarah, Laksanakan Structural Firing Meriam 127 MM Usai Uji Glagaspur L1 dan L2

Jumat, 30 Januari 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

HP Dibatasi di Sekolah, Interaksi Siswa Surabaya Meningkat Signifikan

Kamis, 29 Januari 2026

Gerak Cepat Kendalikan PMK, Gubernur Khofifah Distribusikan 453 Ribu Dosis Vaksin Tahap I ke 38 Kabupaten/Kota

Kamis, 29 Januari 2026
Kondisi pasca runtuhnya plafon kelas VIIE SMP Negeri 60 Surabaya yang terjadi 28 Januari 2026 lalu.

Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Runtuh, Wali Kota Eri Perintahkan Evaluasi Sarpras Sekolah

Kamis, 29 Januari 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Cegah Risiko Banjir, Wali Kota Eri  Ingatkan Warga dan Pelaku Usaha Tak Gunakan Tepi Sungai untuk Bangunan dan Parkir

Kamis, 29 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In