SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Untuk melakukan percepatan herd immunity di Surabaya Raya, Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya memberikan bantuan ke Pemkab Sidoarjo. Bantuan itu berupa tenaga kesehatan (nakes) dan mobil gerai vaksin.
Komisi D DPRD Kota Surabaya berharap Pemkot Surabaya melakukan langkah koordinasi lebih cermat agar target herd immunity yang digaungkan berhasil. Koordinasi ini yakni lebih mengintensifkan komunikasi dengan kepala daerah setempat di wilayah aglomerasi.
“Karena meskipun kondisi Covid-19 di Surabaya sudah melandai namun belum bisa dikatakan Surabaya bebas PPKM. Karena wilayah aglomerasinya masih dalam kondisi tidak sebaik Surabaya,” kata anggota Komisi D Herlina Harsono Njoto.
Ia menyebut level PPKM di Surabaya memang juga bergantung pada wilayah aglomerasi, yakni Sidoarjo dan Gresik. Jika wilayah penyangga Kota Surabaya ini kondisi pandeminya kurang baik, otomatis Surabaya juga belum bisa dikatakan 100 persen membaik.
Karena itu, Herlina mengapresiasi dan mendukung langkah untuk membantu Sidoarjo dan Gresik dalam penanganan Covid-19. Selain sebagai kota penyangga, Surabaya juga menjadi mobilitas warga daerah di sekitarnya, seperti Sidoarjo dan Gresik ini.
Dikatakan pula, selain koordinasi dengan wilayah aglomerasi, langkah yang sama juga perlu dilakukan dengan Satgas Gugus Covid-19 pusat atau Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Koordinasi itu agar lebih ditekankan pada percepatan bantuan persediaan vaksin di Surabaya.
“Sehingga dosis vaksin kedua di Surabaya yang baru 68 persen bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.
Mengenai bantuan nakes dari Kota Surabaya ke wilayah aglomerasi, Herlina mengatakan, karena wilayah aglomerasi kewalahan dalam penanganan Covid-19 dengan program vaksinasinya. Baginya, wajar jika Pemkot Surabaya memberi bantuan nakesnya itu.
Politisi perempuan ini kembali mengatakan, bantuan nakes Pemkot Surabaya ke wilayah aglomerasi itu pertanda adanya gotong royong untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19. “Bantuan nakes jelas merupakan sebuah gotong royong antar kepala daerah untuk percepat vaksinasi Covid-19,” urainya.
Namun ia menerangkan jika ada tambahan dosis vaksin untuk Surabaya, ada kemungkinan nakes yang diperbantukan akan ditarik kembali. Sebab Pemkot Surabaya tentunya ingin memenuhi target vaksinasi dosis kedua.
“Jika pemerintah pusat kembali bantu dosis vaksin ke Pemkot Surabaya, saya yakin nakesnya akan kembali ditarik ke Surabaya,” ungkapnya. (ADV-ST01)






