• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Limbah HVS Diubah Jadi Kebutuhan Industri? Begini Caranya

by Redaksi
Sabtu, 24 Juli 2021
Produk asam oksalat dari limbah kertas HVS, karya mahasiswa ITS, yang siap digunakan.

Produk asam oksalat dari limbah kertas HVS, karya mahasiswa ITS, yang siap digunakan.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Limbah kertas HVS di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Namun peningkatan ini tidak diimbangi dengan pengelolaan limbah yang benar.

Membantu mengatasi kondisi tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisasi daur ulang limbah kertas HVS. Kertas diubah menjadi asam oksalat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

Selama ini, pengelolaan limbah kertas HVS yang lumrah dilakukan dengan pembakaran. Hal itu bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Padahal limbah kertas HVS dapat didaur ulang menjadi produk bernilai tinggi.

“Kertas HVS ini mengandung kadar selulosa di atas 90 persen, sehingga dapat diolah menjadi asam oksalat,” ungkap Linaniyyatul Masruroh, ketua tim.

Bersama empat rekannya, yakni Adik Roni Setiawan, Asalina Putri Agung Shaliha, M Yosi Kurniawan, dan Seren Fegrita Septia Karya, ia mengolah limbah kertas HVS menjadi kristal asam oksalat. “Produk ini dapat dimanfaatkan untuk metal cleaning, pencampuran bahan pewarna, dan masih banyak lagi,” tutur mahasiswi yang akrab disapa Lina ini.

BACA JUGA:  Promosikan Kesetaraan Gender pada Pembangunan Desa Lewat Poster

Sebelum diolah, jelas Lina, kertas HVS akan melalui tahap pre-treatment berupa removing ink terlebih dahulu. “Tidak hanya menghilangkan tinta, pada tahap ini juga bertujuan untuk meningatkan kadar selulosa yang meningkatkan produksi asam oksalat sebesar 20 persen,” jelas mahasiswa angkatan 2017 ini.

Pada tahap pre-treatment, kertas HVS ditimbang dan dicampur dengan senyawa kalium permanganat (KMnO4) 50 persen yang berfungsi untuk memisahkan lignin dari selulosa. Selanjutnya, kertas dicelupkan dalam senyawa hidrogen peroksida (H2O2) 65 persen untuk menghilangkan tinta lalu dibasuh kembali menggunakan akuades.

Lebih lanjut, kertas HVS dihidrolisis menggunakan senyawa alkali kuat yaitu natrium hidroksida (NaOH) 40 persen dan dipanaskan pada suhu 65°C selama 80 menit. “Pada suhu dan durasi ini asam oksalat yang dihasilkan lebih banyak dan optimal,” tambah gadis asal Pamekasan, Madura ini.

BACA JUGA:  Kemeriahan Farmer's Fun Day, Ada Cerdas Cermat Petani dan Pameran Produk Olahan Pangan

Setelah tahap pemanasan, lanjut Lina, larutan didinginkan dan disaring. Sisa endapan kemudian dicuci dengan akuades hangat (kisaran suhu 50-60°C). Sisa endapan hasil hidrolisis ini lalu ditambahkan kalium klorida (CaCl2) 10 persen hingga terbentuk endapan putih kalsium oksalat.

Endapan putih kalsium oksalat disaring dahulu lalu ditambahkan 100 mililiter asam sulfat (H2SO4) 96 persen hingga terurai menjadi asam oksalat dan kalsium sulfat. “Asam oksalat diambil dari proses penyaringan dan dicuci menggunakan etanol 96 persen,” papar Lina.

Tampilan poster karya mahasiswa ITS dalam ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICMYS) 2021.

Lina melanjutkan bahwa senyawa asam oksalat ini dipanaskan hingga suhu 70°C lalu didinginkan dalam air es sekitar 24 jam. “Hal ini bertujuan untuk membentuk kristal asam oksalat berupa kristal jarum berwarna putih,” terang mahasiswi kelahiran 1998 ini.

Selanjutnya, imbuh Lina, kristal asam oksalat ini melalui tahap pengujian titrasi dan uji titik leleh. Hasil analisa menunjukkan bahwa setiap 600 gram kertas HVS dapat menghasilkan 3,9 gram asam oksalat dengan titik leleh antara 100-110°C.

BACA JUGA:  Hari Batik Nasional, Khofifah: Jangan Cuma Ramai Hashtag, Ayo Beli Batik!

“Produk ini sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) di mana titik lelehnya ialah 101-102°C,” tandas Lina yakin.

Mengusung karya tulis bertajuk Utilization of HVS Paper Waste for The Manufacture of Oxalic Acid, lima mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri ITS di bawah bimbingan dosen Ir Agung Subyakto MS ini telah berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICMYS) 2021 pada kategori Environment. Lina berharap agar penelitian ini bisa menjadi terobosan dan inovasi baru dalam peningkatan nilai limbah kertas HVS dan meminimalisir pencemaran lingkungan akibat pengelolaan limbah yang tak ramah lingkungan. (ST05)

Tags: Asam OksalatDaur UlangITSLimbah Kertas
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Satpol PP Surabaya Amankan Seorang WRSE di Area TPU Kembang Kuning

Selasa, 20 Januari 2026
(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In