• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 14 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Banyak yang Hindari Penyekatan, Penjagaan Jembatan Suramadu Diperketat di Dini Hari

by Redaksi
Sabtu, 12 Juni 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Satgas Covid-19 Kota Surabaya telah melakukan swab antigen terhadap 15.524 pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu. Jumlah tersebut, berdasarkan data kumulatif yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sejak dimulainya penyekatan pada Minggu (6/6) hingga Jumat (11/6) pukul 03.00 WIB.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan dari total jumlah 15.524 pengendara itu, sebanyak 316 positif rapid antigen. “Positif antigen ada 316 orang. Kemudian kita swab PCR yang positif ada 130 orang. Nah, 130 orang ini kita evakuasi ke rumah sakit lapangan. Ada beberapa yang di rumah sakit lain juga. Tapi intinya yang 130 ini sudah keluar dari Asrama Haji,” katanya.

BACA JUGA:  Peringati Hari Bela Negara, Wali Kota Eri: Komitmen Kuatkan Pendidikan Kebangsaan dan Pancasila Sejak Dini

Pihaknya mengaku sudah menyerahkan data hasil penyekatan ini ke Dinkes Provinsi Jawa Timur. Data yang diserahkan ini, merupakan jumlah warga luar Surabaya yang positif berdasarkan swab PCR.

Melalui data itu, nantinya bakal menjadi rujukan bagi petugas untuk melakukan tracing. “Data penyekatan sudah ke Dinkes provinsi. Nanti yang tracing dari provinsi dan daerah asalnya. Kecuali mereka ada keluarga di Surabaya, kita yang tracing,” papar dia.

Berdasarkan evaluasinya, Febria menyebut, bahwa saat ini para pengendara yang ingin masuk ke Surabaya mencoba untuk menghindari screening di Jembatan Suramadu. Caranya, mereka melintas Jembatan Suramadu saat tengah malam atau dini hari untuk menghindari petugas.

BACA JUGA:  Gubernur, Kapolda dan Pangdam Datangi Jokowi, Bahas Hal Ini

“Mereka (pengendara) mau masuk ke Surabaya pukul 01.00 WIB karena sepi nggak ada yang lewat. Padahal kita (petugas) masih di situ. Sampai pukul 03.00 (tadi) masih ramai,” ungkap dia.

Karena itu Febria menegaskan, bahwa pola penyekatan yang dilakukan saat ini harus diubah. Ini untuk mengantisipasi lolosnya para pengendara yang akan masuk ke Surabaya. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak jumlah petugas di lapangan saat tengah malam hingga dini hari.

“Taktiknya ini harus diubah. Pukul 12.00 sampai 06.00 harus lebih banyak petugas. Jam-jam itu sudah kami ketati,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya: Jangan Takut Melapor ke Puskesmas

Di sisi lain, Febria juga kembali mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tingginya mobilitas saat perayaan Hari Raya Idul Adha. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya memastikan akan terus memasifkan langkah 3T, yakni testing, tracing dan treatment.

Namun, dia juga berharap kepada warga beserta pemerintah daerah di luar Surabaya supaya melakukan hal yang sama. “Langkahnya di sini (Surabaya) dan di sana (luar daerah) protokol kesehatan harus ketat, 3T harus dimasifkan. Yang nomor satu masyarakat harus taat. Tidak bisa hanya di Surabaya yang melakukan, inikan mobilitas manusianya besar,” tandasnya. (ST01)

Tags: DinkesJembatan Suramadu Tes SwabPenyekatan JalanRapid Antigen
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Olah Sampah Organik Jadi Pupuk, DLH Surabaya Hemat Biaya Angkutan Rp 6,73 M per Tahun

Selasa, 13 Januari 2026

Duduki Peringkat Satu, Indeks Satu Data Indonesia Jawa Timur 2025 Melonjak Signifikan

Selasa, 13 Januari 2026

Bersama Kartolo, Dispusip Surabaya Gali Sejarah Ludruk untuk Program Literasi Anak

Selasa, 13 Januari 2026

Dorong Transformasi Layanan Kesehatan, Mahasiswa ITS Rancang Cermin Cerdas

Selasa, 13 Januari 2026

Berita Terkini

Olah Sampah Organik Jadi Pupuk, DLH Surabaya Hemat Biaya Angkutan Rp 6,73 M per Tahun

Selasa, 13 Januari 2026

Duduki Peringkat Satu, Indeks Satu Data Indonesia Jawa Timur 2025 Melonjak Signifikan

Selasa, 13 Januari 2026

Bersama Kartolo, Dispusip Surabaya Gali Sejarah Ludruk untuk Program Literasi Anak

Selasa, 13 Januari 2026

Dorong Transformasi Layanan Kesehatan, Mahasiswa ITS Rancang Cermin Cerdas

Selasa, 13 Januari 2026

Gubernur Khofifah Temui Menko PMK dan Menkes, Tegaskan Kesiapan RSUD Dr Soetomo Jadi World Class Academic Medical Center dan Jalankan Program Hospital Based

Selasa, 13 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In