• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Komisi D DPRD Surabaya Usulkan Ada Pembatasan Jumlah Siswa

by Redaksi
Senin, 5 April 2021
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Selama masa pandemi Covid-19, pembelajaran sekolah dilakukan secara daring. Namun kini sudah digagas bahwa mulai Juli mendatang, pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan.

Jelang pembelajaran tatap muka ini,  Komisi D DPRD Kota Surabaya menyarankan kepada Pemkot Surabaya agar tidak langsung dilaksanakan secara menyeluruh. Komisi bidang kesejahteraan rakyat ini berharap tetap jumlah siswa.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam mengatakan, untuk siswa SD-SMP di Surabaya diharapkan hanya 50 persen jumlah siswa di kelas yang ikut pembelajaran tatap muka. “Sedangkan kalau TK sekitar 10-12 siswa saja, sementara untul PAUD dan anak berkebutuhan kbusus cukup 5-6 orang di kelas.”ujarnya,  Senin (5/4).

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Diminta Segera Siapkan Tenaga Medis untuk RSUD Surabaya Timur

Badru Tamam menjelaskan sesuai pernyataan  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengemukakan bahwa per rombongan belajar 32 siswa. Hal ini sudah sesuai dengan Permendiknas RI.  Artinya satu kelas itu tetap harus 32 siswa.

Namun, kata dia, karena sekarang masa percobaan awal sekolah tatap muka di masa pandemi, perlu penyesuaian dengan kondisi tersebut. Maksudnya,  tidak bisa dalam masa saat ini satu kelas diisi full seperti masa normal.

“Kami minta ada pembatasan jumlah siswa, sambil kita lihat perkembangannya. Karena program vaksinasi Covid-19 di Surabaya sendiri sudah berjalan, semoga sampai bulan Juli vaksinasi bisa mencapai 70 persen, sehingga pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan,” terangnya.

BACA JUGA:  Pernikahan Dini Berisiko Kematian Ibu dan Anak, Wali Kota Eri Takkan Beri Izin

Lebih lanjut politisi ini juga mengatakan, selain pembatasan jumlah siswa di ruang kelas, tempat olahraga dan kantin dewan menyarankan agar jangan dibuka dulu. Karena tempat olahraga dan kantin umumnya tempat siswa-siswi bergerombol.

Berikutnya, tetap harus ada pengawasan dari orang tua siswa. Seperti, antar dan jemput siswa wajib dilakukan oleh orang tuanya sendiri. “Jadi harus melibatkan seluruh pihak, peserta didik, pendidik, wali murid, dan masyarakat,” egasnya.

Badru Tamam menambahkan jarak antar siswa juga harus ditata. Meja harus berjarak 1,5-2 meter dan pembelajaran dibagi menjadi beberapa sesi. Artinya, tidak wajib enam jam belajar full di sekolah.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Gagas Modifikasi Aspal dari Limbah Lumpur dan Kelapa Sawit

“Bisa cukup tiga atau empat jam, dibagi dua jam-dua jam, selebihnya belajar jarak jauh atau daring,”

Ia berharap.pembelajaran tatap muka ini akan berjalan lancar dan aman. “Kita berdoa saja agar semua rencana bisa berjalan lancar. Kasihan juga anak didik kita lama tidak bertemu guru-guru nya,” ujarnya.

“Terpenting saat tatap muka, protokol kesehatan ketat wajib dilakukan dan jangan sampai diabaikan, terutama bagi para guru saling mengawasi muridnya agar prokes itu dijalankan,” lanjutnya kembali. (ADV-ST01)

Tags: DaringDinas PendidikanKomisi DPembelajaran Tatap MukaSDSMP
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In