• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

ITS Pelopori Buka Sekolah Pascasarjana Interdisiplin

by Redaksi
Jumat, 12 Februari 2021

Surabayatoday.id, Surabaya – Menghasilkan lulusan yang kompetitif dan memenuhi kebutuhan dunia kerja, merupakan keinginan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai salah satu kampus teknologi  terbaik di Indonesia. Sesuai Rencana Strategis (Renstra) 2021 – 2025, ITS berencana menyatukan program pendidikan lintas disiplin ilmu tingkat pascasarjana dalam Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT).

SIMT yang merupakan sekolah pertama di luar fakultas yang dimiliki ITS ini telah diperkenalkan dalam soft launching oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochammad Ashari MEng, pada hari terakhir Rapat Kerja dan Sekolah Kepemimpinan ITS 2021, Rabu (10/2) lalu.

Rektor ITS yang biasa disapa Ashari tersebut dalam sambutannya menjelaskan, selama ini di ITS sudah terdapat berbagai program interdisiplin tingkat pascasarjana, namun masih tersebar di berbagai organisasi ITS. “Maka dari itu, program-program ini akan disatukan dalam satu wadah Sekolah IMT yang akan mensinergikan sumber daya ITS,” ujarnya.

Menurut Ashari, model pendidikan interdisiplin sangatlah tepat untuk menyinkronkan sumber daya dari berbagai ilmu yang ada di ITS. SIMT ini pun nantinya akan dipimpin oleh dekan yang bertanggung jawab kepada Rektor dan berkoordinasi dengan Direktur Pascasarjana dan Pengembangan Akademik (Dirpaspa) ITS.

BACA JUGA:  Bus Trans Jatim Kini Layani Rute Gresik-Lamongan

Karena pada kenyataannya, lanjut Ashari, tiap bidang pekerjaan tidak hanya satu ilmu disiplin yang diperlukan. Pada setiap keputusan yang akan dibuat, memerlukan aspek finansial, manusia, dan teknis yang harus diperhatikan.

Ashari mengatakan, dengan adanya SIMT ini, bisa diharapkan akan hadir berbagai program atau bidang peminatan baru yang mengolaborasikan dosen dari berbagai departemen di ITS. “Program inilah yang akan menjembatani berbagai disiplin ilmu untuk memenuhi kebutuhan nyata pada industri,” ungkap Guru Besar Teknik Elektro ITS ini.

Melalui SIMT, kata Ashari, ITS mewujudkan cita-cita mengelola pendidikan interdisiplin lintas rumpun keilmuan dalam satu atap untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan. Program inilah yang akan menjembatani berbagai disiplin ilmu untuk memenuhi kebutuhan nyata pada industri. “Selain itu, ITS pun perlu menjadi pelopor dalam pengelolaan pendidikan interdisiplin lintas rumpun keilmuan dalam satu atap,” tandasnya.

BACA JUGA:  Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Gerakan 1.000 Desain Kemasan

Sementara itu, Wakil Rektor I ITS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT menyatakan, setelah diluncurkannya SIMT ini, berarti ITS akan memiliki tujuh fakultas dan satu sekolah. Sekolah ini nantinya akan memiliki tiga jenis program yaitu Program Pendidikan Pascasarjana Interdisiplin, Program Profesi Insinyur, dan Program Sertifikasi Profesional.

Program Pendidikan Pascasarjana Interdisiplin ITS terdiri atas Program Studi (Prodi) Manajemen Teknologi yang terbagi dalam dua jenjang yakni Magister Manajemen Teknologi (MMT) dan Doktor Manajemen Teknologi (DMT). Untuk MMT, sebelumnya telah sukses diselenggarakan ITS dan terakhir berada di bawah Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD).

Melengkapi program studi Manajemen Teknologi, rencananya akan didirikan pula program studi baru yaitu Teknologi Inovasi untuk mengakomodasi kebutuhan bidang-bidang ilmu interdisiplin “Misalnya terkait Energi Terbarukan, Mitigasi Kebencanaan atau bidang-bidang terkait Revolusi Industri 4.0 seperti Artificial Intelligence ataupun Internet of Things,” jelas Adi yang juga Guru Besar Teknik Elektro ITS ini.

BACA JUGA:  ITS Resmikan Galeri Riset dan Inovasi Teknologi untuk Pembelajaran

Wakil Rektor III ITS Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi dan Sistem Informasi Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah MEng menambahkan, SIMT akan dijalankan atas kerja sama kelembagaan antara SIMT, fakultas dan departemen di ITS, baik di tingkat strategis merancang kurikulum atau tingkat taktikal dalam menentukan pengajar dan pembimbing thesis misalnya.

Dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ini menjelaskan bahwa SIMT merupakan bentuk keseriusan ITS menata organisasi, mewujudkan pentingnya resource sharing di internal ITS serta menjemput peluang atas kebutuhan pendidikan interdisiplin. Dosen yang akrab disapa Doddy ini memberi contoh ilustrasi, “Di SIMT ini, seorang sarjana Teknik Kimia yang telah bekerja di industri semen, bisa mengambil S2 Manajemen Teknologi di bidang Analitika Bisnis, atau mengikuti Program Profesi Insinyur. Dia juga berkesempatan mengambil Program Sertifikasi Profesional.” (ST05)

Tags: ITSPascasarjana InterdisiplinPendidikan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Salurkan DBHCHT untuk 315 Buruh Rokok dan Bantuan KIP Putri Jawara bagi 300 Perempuan di PT Gelora Djaja Surabaya

Rabu, 22 April 2026

Gubernur Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya

Rabu, 22 April 2026
Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In