• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

Komisi D Harapkan Posko di Pasar Tradisional Juga Memodifikasi Sirkulasi Pengunjung

by Redaksi
Senin, 8 Februari 2021
Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir.

Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir.

Surabayatoday.id, Surabaya – Sejak liburan dan cuti bersama tahun baru, terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19. Sebagai tindakan penanganan, pemerintah pusat sampai memutuskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di puluhan daerah, salah satunya di Surabaya.

Namun belakangan ini angka kasus Covid-19 sudah mulai turun lagi. Meski demikian Pemkot Surabaya tidak menurunkan pengawasan. Bahkan penerapan protokol kesehatan di masyarakat terus dipantau dan diperketat, salah satunya di pasar tradisional.

Hal ini mendapat apresiasi dari Komisi D DPRD Surabaya. “Meski angka kasusnya turun, ini harus tetap dipertahankan,” ujar Sekretaris Komisi D, dr Akmarawita Kadir.

Penurunan angka kasus Covid-19 ini diketahui dari pernyataan Plt Wali Kota Surabaya Whsinu Sakti Buana. Ia mengatakan kondisi pasien Covid-19 di Kota Pahlawan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

BACA JUGA:  Dianggarkan Rp 128 Miliar, Pemkot Surabaya Bakal Bangun 10 SMP dan 4 SD Baru

Indikasinya, sebelumnya Bed Occupancy Ratio (BOR) untuk ruang ICU mencapai 100 persen, lalu sampai di akhir minggu pertama bulan Februari, turun menjadi 80 persen. Sementara untuk yang non ICU tinggal 60 persen.

Akmarawita Kadir menyatakan Pemkot Surabaya tidak boleh lengah. Karena itu ia mendukung upaya untuk pencegahan kasus Civid-19 ini. Salah satunya dengan rencana Satgas Covid-19 Surabaya yang akan membangun posko protokol kesehatan di area pasar tradisional.

Akmarawita Kadir mengatakan sesuai Perwali 67 tahun 2020 yang kemudian direvisi menjadi Perwali 2 tahun 2021, semua pelaksanaan penanggulangan Covid-19 masing-masing ada koordinatornya. Di antaranya adalah sektor pasar.

BACA JUGA:  DPRD Jatim Bentuk Pansus Raperda RPJMD 2025-2030

Dengan adanya posko di area pasar tradisional tersebut, ia berharap masyarakat, baik pedagang maupun pembeli dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab pasar adalah salah satu tempat kerumunan. Karena pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual, serta bertemunya pula antar sesama pembeli.

“Jadi kami apresiasi kepada Satgas Covid-19 Kota Surabaya yang akan membangun posko, untuk menggencarkan penegakan dan pengawasan protokol kesehatan di pasar,” ujarnya.

Kegiatan penerapan protokol kesehatan di salah satu pasar tradisional yang dilakukan tim Satgas Covid-19 Kota Surabaya.

Ia menambahkan, posko protokol kesehatan di pasar sangat baik, namun harus memiliki program yang jelas dari posko tersebut. Misalkan, mengingatkan 5 M yaitu Mencuci Tangan, Masker, dan Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas.

BACA JUGA:  Sejumlah Anggota DPRD Surabaya Terpapar Covid-19, Reni Astuti Ingatkan Vaksin Tak Jamin Kebal

Akmarawita Kadir juga minta posko protokol kesehatan di pasar mampu mendesain sirkulasi pengunjung. “Bisa dimodifikasi pasarnya dengan tujuan bisa membatasi gerak pengunjung,” terangnya.

Jadi, menurut dia, fungsi posko tak hanya menerapkan dan mengawasi protokol kesehatan. “Tetapi juga memodifikasi pasar,” katanya kembali.

Modifikasi pasar yang dimaksudkan adalah mengatur atau mendesain alur keluar-masuk pengunjung dan monitoring jarak pengunjung. Baginya, jika ini mampu diterapkan dengan baik, maka ekonomi akan berjalan.

Para pedagang tidak kehilangan pendapatan karena pembeli tetap datang berbelanja. Sedangkan pembeli tidak takut ke pasar karena merasa nyaman dan aman dari kerumunan. (ADV-ST01)

Tags: AdvertorialDPRD SurabayaKomisi DModifikasi SirkulasiPasar TradisionalPengunjung PasarPosko
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In