• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 7 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Komunikasi dan Penyebaran Informasi Covid-19 Perlu Libatkan Kelompok Kecil Masyarakat

by Redaksi
Rabu, 23 Desember 2020

Surabayatoday.id, Surabaya – Pemerintah dinilai perlu mengalokasikan dana khusus untuk melakukan proses komunikasi dan penyebaran informasi penanggulangan pandemi Covid-19 di masyarakat. Dana itu disarankan agar diberikan dan dikelola langsung oleh kelompok atau komunitas di tingkat terkecil di lingkungan masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua Pusat Pengembangan Media dan Kehumasan Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo. Menjadi pemateri dalam acara Webinar Geliat Airlangga Seri-16, yang bertajuk komunikasi sebagai alat pencegahan penyebaran covid-19, ia mengatakan pemerintah seharusnya menyerahkan sejumlah dana yang dialokasikan untuk komunikasi kepada kelompok-kelompok masyarakat itu.

“Di lingkungan paling bawah itu ada NU, Muhammadiyah, Dasa Wisma, RT/RW, nedia, dan lain-lain. Mereka paling mengetahui dan memiliki cara komunikasi sendiri. Jika ada dukungan finansial yang memadai, maka proses komunikasi itu akan cepat teratasi,” katanya.

BACA JUGA:  8.979 RT di Surabaya Nol Kasus Covid-19

Pengamat Komunikasi sekaligus dosen Pengajar FISIP Universitas Airlangga ini menerangkan kelompok-kelompok di tingkatan terkecil di masyarakat, mereka adalah pihak yang paling mengetahui bagaimana cara menyebarkan informasi yang tepat kepada lingkungan sekitar mereka. Mereka juga memiliki informasi dan tahu persis bagaimana komunikasi harus dilakukan.

Menurut Suko Widodo dalam acara yang diinisiasi oleh Geliat Airlangga dan didukung oleh Unicef ini, saat ini yang terjadi adalah tidak percayanya masyarakat dengan hal-hal yang bersifat scientist, sehingga terjadi overload communicated. Akibatnya otoritas tidak dipercaya.

BACA JUGA:  Pembatasan Mobilitas Jadi Kunci Utama Penanganan Covid-19

“Sebuah proses komunikasi bukan hanya sekedar mentransfer pesan, tapi juga ada perasaan emosi. Komunikasi yang dibutuhkan saat ini adalah yang simple, jangan terlalu tinggi sehingga masyarakat paham,” terang Suko Widodo.

Pendapat itu didukung praktisi Komunikasi Risiko Nursila Dewi. Menurutnya, dari penelitian kolaborasi yang dilakukan Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia dan Savica Consultancy, menunjukkan sebesar 31,50 persen masyarakat memilih kelompok RT/RW sebagai tempat pilihan mendapatkan informasi tentang pandemi covid-19.

Kelompok RT/RW ini berada di posisi kelima dipilih oleh masyarakat setelah kelompok aparat dan instansi pemerintah (69,80 persen), tenaga kesehatan (64,40 persen), tokoh masyarakat (42,10 persen), dan kelompok akademisi/lembaga penelitian (34,20 persen).

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 di Surabaya Turun, tapi Dapat Dipengaruhi dari Wilayah Aglomerasi

Ia menjelaskan pentingnya komunikasi risiko di masa pandemi Covid-19 yang sudah ditetapkan sebagai bencana non alam oleh pemerintah. Penyampaian informasi yang tepat dan cepat selalu diharapkan muncul dan tersedia tepat waktu.

“Komunikasi risiko ini diperlukan agar bisa terbangun kepercayaan, informasi cepat disampaikan, untuk mengomunikasikan ketidakpastian kepada masyarakat, untuk berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat, untuk mengutamakan dan mengupayakan transparansi, proaktif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” jelas Nursila Dewi. (ST01)

Tags: Covid-19KomunikasiSuko WidodoUnairUniversitas AirlanggaWebinar
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In