• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Ekbis

Omah Kelor, Wadah Berbagi Ilmu Sekaligus Memproduksi Olahan Makanan Berbahan Daun Kelor

by Redaksi
Minggu, 22 November 2020

Surabayatoday.id, Surabaya – Bagi sebagian orang, pandemi covid-19 merupakan peluang menciptakan kegiatan baru. Seperti yang dilakukan para ibu rumah tangga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 4 Kelurahan Keputih, Surabaya.

Berlokasi di Perumahan Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mereka mendirikan Omah Kelor. Omah Kelor ini adalah wadah berbagi ilmu sekaligus memproduksi berbagai olahan makanan berbahan dasar daun kelor.

Murtijas Sulistijowati, penggagas sekaligus Ketua Omah Kelor mengatakan wadah ini merupakan ide sejak adanya masa pandemi. Berangkat dari kebosanan para ibu rumah tangga, ia ingin menciptakan sebuah kegiatan yang dapat bermanfaat bagi para ibu rumah tangga sekitar.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dalam KI Jatim Awards 2024

“Kalau dibiarkan berjalan begitu saja, rasanya ada peluang yang terlewat, harus dibuat kegiatan yang selain menyenangkan juga bermanfaat,” ungkap perempuan yang akrab disapa Momok ini.

Sedangkan kegiatan yang paling disenangi ibu rumah tangga, lanjut Momok, adalah masak-memasak. Tak berhenti di situ, ia pun memilih daun kelor untuk spesifikasi bahan dasarnya.

Dipilihnya daun kelor karena memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. “Karena itu, Omah Kelor ini juga menjadi wadah berbagi ilmu cara pengolahan daun kelor agar kandungan gizinya tidak hilang,” tuturnya.

Hingga saat ini, wadah yang bertempat di Jl Ilmu Pasti Alam F6, Perumahan ITS ini telah menghasilkan sejumlah produk seperti teh kelor, mie kelor, nasi bakar kelor, bothok kelor, martabak kelor, siomay kelor, pastel kelor, burger kelor dan masih banyak lagi. Semua produk tersebut telah menjalani uji rasa dan dipasarkan ke sejumlah warga sekitar.

BACA JUGA:  ITS Buka Peluang Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Prestasi dan IUP Gelombang II

“Paling tidak target skala pasarnya nanti se-ITS, jadi acara-acara di ITS konsumsinya hasil dari Omah Kelor ini,” tandasnya.

Sebagai inovasi pertama di Surabaya, Omah Kelor kini menjadi salah satu dari 250 nominasi terbaik dalam ajang Surabaya Smart City 250. Mewakili Kelurahan Keputih, Momok berharap Omah Kelor akan lolos ke tahap berikutnya, yakni 750 nominasi terbaik.

“Alhamdulillah didukung juga oleh beberapa pihak, seperti pihak Kelurahan Keputih sampai Kecamatan Sukolilo,” imbuhnya.

Dikarenakan Omah Kelor ini bertempat di Perumahan ITS, sambung Momok, maka secara tidak langsung juga merupakan bagian dari Kampus ITS. Oleh karena itu, wadah ini juga menjadi parameter konsep Smart City dan program Eco Smart University yang diusung ITS.

BACA JUGA:  Peserta Diklatama Dibekali Wasbang dan Bela Negara

“Bantuan dari ITS, salah satunya kami dapat melalui ilmu pengolahan kelor dari para dosen di Fakultas Sains dan Analitika Data,” tutupnya. (ST05)

Tags: Covid-19ITSOmah KelorPandemiSmart City
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In