SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat mendapat dukungan penuh dari DPRD Surabaya. Berbagai program yang menyentuh sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.
Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Ghofar Ismail, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan Pemkot Surabaya telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif. Program tersebut meliputi penanaman cabai, sayur-mayur, hingga pengembangan tanaman padi di sejumlah wilayah pinggiran Kota Surabaya.
“Memang di Surabaya ini sangat-sangat dimanfaatkan oleh warga. Kemarin wali kota sudah memberikan program berkaitan dengan cabai, sayur-mayur, dan juga padi yang ada di wilayah Kecamatan Wiyung, Lakarsantri, dan sekitarnya. Semuanya untuk membantu ketahanan pangan di Kota Surabaya,” ujar Ghofar Ismail.
Ia menegaskan, Komisi B DPRD Surabaya mendukung penuh berbagai program yang dijalankan Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan maupun hasil panen, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Ghofar berharap hasil pertanian yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, khususnya masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh anggota Komisi B mendukung program ketahanan pangan dari Dinas Pertanian. Setiap kegiatan, terutama saat panen, hasilnya diberikan kepada masyarakat yang mengelola dan bisa dibagikan kepada warga di sekitarnya. Tujuannya membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” jelasnya.
Dukungan Komisi B terhadap gerakan ketahanan pangan juga mencakup pengembangan sektor perikanan dan peternakan skala rumah tangga. Ghofar mengungkapkan, DKPP Surabaya telah menyalurkan bantuan bibit ikan lele sebanyak 50 ekor untuk setiap titik penerima. Bantuan tersebut dilengkapi dengan pakan dan sarana pendukung pemeliharaan.
Menariknya, metode budidaya yang diterapkan kali ini menggunakan tong plastik, berbeda dengan pola sebelumnya yang memanfaatkan kolam terpal. Penggunaan tong plastik dinilai lebih praktis dan efisien karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Dengan demikian, budidaya lele dapat diterapkan di kawasan permukiman padat penduduk sekalipun.
Selain budidaya ikan, Pemkot Surabaya juga mengembangkan program peternakan ayam petelur untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Setiap penerima direncanakan memperoleh bantuan 10 ekor ayam betina dan dua ekor ayam jantan. Program ini diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan protein keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat. “Ini semua merupakan upaya untuk mendongkrak ekonomi masyarakat melalui sektor pangan. Jadi, warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diharapkan bisa mengembangkan kegiatan tersebut,” katanya.
Ghofar menilai, pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan berbasis rumah tangga dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Melalui program tersebut, warga diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat dalam bentuk bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Komisi B DPRD Surabaya juga memberikan perhatian terhadap penguatan rantai distribusi hasil tangkapan nelayan, khususnya di kawasan pesisir. Menurut Ghofar, upaya memperkuat ketahanan pangan perlu didukung dengan sistem pemasaran yang baik agar hasil produksi masyarakat dapat terserap secara optimal.
Salah satu skema yang diharapkan dapat diperkuat adalah penyaluran hasil tangkapan nelayan kepada pengepul melalui Koperasi Merah Putih. Selain itu, akses pemasaran juga perlu diperluas dengan membuka peluang kerja sama bersama para pembeli potensial. Dengan rantai distribusi yang lebih terarah, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki akses pasar yang lebih luas dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.
Komisi B DPRD Surabaya pun berharap berbagai program ketahanan pangan yang dijalankan Pemkot Surabaya dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga serta meningkatkan kesejahteraan warga Kota Surabaya. (ADV-ST01)


Tinggalkan Balasan