SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pekerjaan fisik di Surabaya, terutama penanganan untuk banjir diharapkan segera terselesaikan. Saat ini proyek-proyek tersebut dinilai masih belum optimal.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati mengatakan, untuk proyek penanganan banjir relatif kecil prosentasenya. Padahal sudah ada prediksi dari BMKG yang menyatakan potensi banjir bisa sampai Februari 2027.
“Yang dikhawatirkan adalah banyaknya pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai,” ujar Aning Rahmawati.
Ia menambahkan, saat ini Pemkot Surabaya perlu memberikan perhatian lebih pada proyek penanganan banjir itu. Pembangunan itu harus dikebut. Dengan prosentase yang masih kecil atau belum optimal, dikhawatirkan banjir bakal masih ada di Surabaya.
Aning menyataan pihaknya telah mengecek ke DSDABM Kota Surabaya. Informasinya, pengerjaannya itu masih di angka 11 atau 12 persen untuk yang bersumber dari pembiayaan.
Menurut dia, jika pekerjaan belum selesai malah bukan penanganan banjir, melainkan justru membuat banjir baru. “Jangan sampai proses pembangunan itu malah menimbulkan banjir ketika pekerjaan itu belum selesai,” tambahnya.
Ia mencontohkan di beberapa tempat di Rungkut dekatnya rumah pompa itu juga masih belum selesai. Saluran tidak berfungsi karena tertutup pembangunan site pile yang membuat saluran itu penuh dengan tanah dan belum dibersihkan. Hal itu dikhawatirkan justru menimbulkan titik banjir baru.
“Banyak proyek infrastruktur pembangunan banjir di 2026 lumayan besar dan serapannya belum bagus, terutama yang bersumber dari pinjaman,” terangnya.
Harapan kami di Komisi C, ungkapnya, ke depan betul-betul pemerintah kota melakukan antisipasi jika pekerjaan itu diprediksi memang belum selesai sampai musim hujan. Jangan sampai menjadi titik banjir baru karena pembangunan belum selesai.
“Sekali lagi jangan menimbulkan titik banjir baru,” ungkap Aning.
Ditanya bahwa Pemkot Surabaya menargetkan pembangunan 6 rumah pompa, Aning mengatakan, pembangunan rumah pompa itu on the track ya sampai akhir tahun 2026. “Terpenting saat ini diperlukan kolaborasi antar OPD dalam setiap pengerjaan proyek penanganan banjir,” pungkasnya.(ADV-ST01)


Tinggalkan Balasan