SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Cak Aldo dari Kecamatan Tegalsari dan Ning Rara dari Kecamatan Gubeng terpilih sebagai Cak Ning Surabaya. Puncak Grand Final Pemilihan Duta Wisata “Cak dan Ning” Kota Surabaya Tahun 2026 berlangsung meriah di Balai Kota, Sabtu (10/10/2026).
Sebanyak 15 finalis saling adu gagasan dan inovasi dalam acara bertajuk “Adhigana Manggala” “Berani Berkarya, Bersama Berdaya” demi merebutkan tongkat estafet Cak dan Ning 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi mengatakan, tema Adhigana Manggala sengaja dipilih dalam pemilihan Cak dan Ning 2026 karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ingin menunjukkan sosok kepemimpinan anak muda. Menurut Herry, tema ini menjadi semangat untuk anak muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Di tahun menuju Indonesia Emas itu waktunya anak muda untuk maju sebagai pemimpin. Kenapa tema ini diambil, Adhigana Manggala menggambarkan sosok kepemimpinan yang digdaya di masa depan,” kata Herry.
Herry menjelaskan, penilaian yang dilakukan dalam seleksi Cak dan Ning 2026 dilakukan secara akumulasi, yakni dinilai dari kepribadian, publik speaking-nya, pengetahuan seni-budaya dan pariwisata yang ada di Kota Surabaya. Setelah melalui seleksi yang ketat, para finalis memperebutkan posisi empat besar hingga akhirnya terpilih sebagai Cak dan Ning Surabaya, Wakil I, II, III, hingga kategori Berbakat, Persahabatan, dan Favorit.
Adanya berbagai seleksi tersebut, Herry ingin, anak-anak muda pilihan itu memiliki perilaku yang baik dan mencerminkan sosok pemimpin yang bisa membawa perubahan untuk Kota Surabaya ke depannya. “Oleh karena itu, dalam grand final itu juga ada topik mereka ingin punya mimpi seperti apa, dan inovasi apa yang akan dia bawa ketika menjadi duta wisata. Dan ini bukan sekadar jawaban di atas panggung, tapi akan direalisasikan oleh mereka setahun menjabat sebagai Cak dan Ning Surabaya,” paparnya.
Herry turut mengapresiasi beragam inovasi yang dipaparkan oleh para finalis Cak dan Ning 2026. Berbagai inovasi yang dipresentasikan itu bisa dikolaborasikan menjadi satu dan diwujudkan bersama dalam mewujudkan mimpi anak muda Kota Surabaya ke depannya.
“Itu menarik ya, karena antara satu dengan lainnya tidak sama. Ada yang bicara tentang cagar budaya, destinasi, ada juga yang berbicara tentang digital. Nah, ini patut kita hargai dan hormati, insya allah ketika kita bisa dikolaborasikan menjadi inovasi yang baik Pemerintah Kota anak support dan wujudkan mimpi-mimpi anak muda tersebut,” terangnya.
Herry berharap, berbagai inovasi itu nantinya juga akan didorong untuk mendukung berbagai program Pemkot Surabaya, salah satunya yakni Kampung Pancasila. Karena poin empat besar dalam ajang ini adalah membahas soal lingkungan, sosial, ekonomi dan budaya.
“Nah, makanya kenapa jawaban mereka antara dengan satunya berbeda, ada yang mengangkat bank sampah, digitalisasi, stunting, kegotongroyongan, dan sebagainya. Insya allah pemerintah akan melibatkan mereka di dalam Kampung Pancasila tersebut, karena pada saat ini pun kami juga berkoordinasi dengan kampus apalagi yang menerima beasiswa itu wajib hukumnya untuk terlibat di dalam Kampung Pancasila,” pungkasnya.
Diketahui, pemenang Grand Final Pemilihan Duta Wisata “Cak dan Ning” Kota Surabaya 2026 diraih oleh Cak Aldo dari Kecamatan Tegalsari dan Ning Rara dari Kecamatan Gubeng. Sedangkan Wakil 1 Cak dan Ning Kota Surabaya 2026 diraih Cak Denanta dari Kecamatan Mulyorejo dan Ning Sheyreen dari Kecamatan Pabean Cantian.
Sementara itu, Wakil 2 Cak dan Ning Kota Surabaya 2026 diraih oleh Cak Chesta dari Kecamatan Genteng dan Ning Naydee dari Kecamatan Rungkut. Untuk Wakil 3 diraih oleh Cak Jovan dan Ning Zewar dari Kecamatan Wiyung. (ST01)


Tinggalkan Balasan