SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong agar semangat Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa Tahun 2026 terus berlanjut untuk memperluas pasar produk halal dan memperkuat UMKM syariah. Kolaborasi yang terbangun selama festival diharapkan ditindaklanjuti melalui pendampingan usaha yang efektif dan berkelanjutan agar pelaku usaha semakin berdaya saing hingga ke pasar global.
Hal tersebut disampaikan Wagub Emil saat menghadiri Penutupan FESyar Regional Jawa Tahun 2026 di Grand City Convex Hall Surabaya, Minggu (27/9) malam.
Menurut Emil, semangat FESyar perlu terus dijaga untuk menggerakkan berbagai sektor dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu peluang yang perlu dioptimalkan adalah perluasan ekspor produk halal ke pasar-pasar baru di mancanegara.
“Bagaimana semangat FESyar ini terus terpompa untuk menggenjot ekonomi syariah. Misalnya melalui ekspor halal, bagaimana ekspor produk halal bisa kita dorong untuk menembus pasar-pasar baru,” katanya.
Wagub Emil menilai, peluang industri halal global yang terus berkembang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia, termasuk Jawa Timur. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pasar perlu menjadi perhatian bersama.
“Pangsa pasar di dunia diprediksi terus meningkat. Kita tidak boleh kasih kendor, kita harus manfaatkan peluang ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Emil menekankan pentingnya pendampingan yang efektif agar pelaku usaha mampu mengembangkan potensi dan meningkatkan daya saing. Langkah tersebut sejalan dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemimpin dunia dalam ekosistem ekonomi syariah.
“Dalam ekonomi syariah, kita perlu melakukan pendampingan yang efektif. Cita-cita kita adalah Indonesia menjadi _world leader_ dalam ekosistem ekonomi syariah. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia,” ujarnya.
Wagub Emil menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan FESyar tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
“Keberhasilan FESyar ini adalah hasil sinergi seluruh _stakeholder_ yang membangun kolaborasi selama pelaksanaan FESyar,” kata Wagub Emil.
Selain ekspor produk halal, Emil menyoroti pengembangan pariwisata ramah muslim atau muslim friendly tourism. Menurutnya, penguatan sektor ini perlu didukung fasilitas dan layanan yang menjawab kebutuhan wisatawan muslim mulai dari ketersediaan petunjuk arah kiblat, makanan halal, hingga akses terhadap layanan keuangan mikro syariah.
Dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah secara lebih luas, ia turut menekankan pentingnya akses layanan keuangan mikro syariah dan pengembangan potensi ekonomi pesantren. Dukungan pemerintah daerah diperlukan agar potensi tersebut dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Ini adalah item-item yang perlu kita kawal. Kita juga perlu menggerakkan pesantren agar _market_nya bisa kita dorong. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga harus terus berkontribusi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Ibrahim mengatakan, Semarak FESyar Regional Jawa Tahun 2026 menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah telah terlaksana dengan hasil yang melampaui ekspektasi kami. Ini berkat sinergi bersama kita semua. Hingga hari ini sudah lebih dari 294 ribu pengunjung hadir di FESyar tahun ini,” kata Ibrahim.
Ibrahim berharap, pelaksanaan FESyar tidak berhenti pada rangkaian kegiatan selama festival, tetapi mampu meninggalkan dampak berkelanjutan bagi pelaku usaha dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah.
“Capaian ini merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Semoga setelah acara ini ada jejak bagi UMKM syariah dan ekosistem yang berkelanjutan. Bersama kita bangun ketahanan dan kebangkitan serta kemajuan ekonomi syariah demi bangsa dan negara,” pungkasnya. (ST02)


Tinggalkan Balasan