SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Turnamen Surabaya Rising Champion (SRC) Go to PORPROV Futsal Putra dan Putri AFK Surabaya resmi bergulir. Ajang yang menjadi bagian dari pembinaan atlet futsal Kota Surabaya ini dibuka secara resmi melalui tendangan bola ke gawang oleh Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Surabaya, Indriatno Hermawan, di Lapangan Futsal Indoor GBT Surabaya, Minggu (20/9/2026).
Tendangan pembuka tersebut menjadi tanda dimulainya persaingan klub-klub anggota Asosiasi Futsal Kota (AFK) Surabaya. Turnamen SRC tidak sekadar memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pencarian talenta yang diproyeksikan memperkuat skuad futsal putra dan putri Surabaya untuk menghadapi PORPROV mendatang.
Dalam sambutannya, Indriatno Hermawan menegaskan, turnamen tersebut memiliki nilai strategis dalam proses pembinaan atlet futsal Surabaya.
«“Turnamen ini memiliki nilai strategis untuk para talenta-talenta futsal Kota Surabaya. Sebab, pada Turnamen SRC ini sekaligus mencari bibit yang akan diseleksi untuk PORPROV tahun depan,” ujar Indriatno.»
Ia meminta seluruh pemain memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaik selama turnamen berlangsung.
«“Saya berharap kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menunjukkan penampilan terbaik sehingga dapat mengisi kekuatan skuad tim PORPROV Futsal Surabaya untuk putra maupun putri,” tegasnya.»
Prosesi pembukaan turut dihadiri Ketua Panpel, Ketua AFK Surabaya, manajer tim, serta head coach tim futsal putra dan putri PORPROV Surabaya.
Turnamen SRC 2026 diikuti 18 tim, terdiri atas 14 tim putra dan 4 tim putri yang merupakan klub anggota AFK Surabaya. Persaingan dijadwalkan berlangsung pada 20, 24, 25 September, dan ditutup dengan perebutan gelar juara pada Minggu, 27 September 2026.
Ketua AFK Surabaya, Abdullah, mengatakan turnamen kali ini tidak hanya menghadirkan persaingan untuk memperebutkan posisi juara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses seleksi pemain menuju tim PORPROV Surabaya.
Untuk kategori putra, panitia menyiapkan penghargaan bagi juara 1, 2, dan 3. Sementara kategori putri memperebutkan posisi juara 1 dan 2, termasuk uang pembinaan yang disiapkan panitia.
Namun, Abdullah menekankan satu hal yang menurutnya sangat penting, yakni proses seleksi pemain harus berlangsung secara selektif dan objektif.
«“Hal yang perlu saya atensikan adalah pelaksanaan seleksi yang benar-benar selektif dan obyektif, baik yang dilakukan oleh talent scouting tim putra maupun putri sehingga mendapat kekuatan tim yang terbaik untuk futsal Surabaya,” kata Abdullah.»
Menurutnya, kualitas proses seleksi akan menentukan kekuatan skuad Surabaya yang dipersiapkan menghadapi PORPROV.
«“Ingat, mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan dan itu harus menjadi motivasi kita bersama,” tegas pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut.»
Enam Laga Perdana Langsung Sengit
Persaingan SRC langsung memanas pada hari pertama pelaksanaan, Minggu (20/9/2026). Sebanyak enam pertandingan digelar dengan hasil yang cukup mencolok.
Hasil pertandingan:
– Unika 2-6 Al Ahly
– GGFS 2-3 SFS
– Squadra 4-1 SMP
– Pelita FC 6-0 ANB
– Kalimas 4-0 SuroSoccer
– IH 1-1 Great Wall
Hasil tersebut menjadi gambaran awal ketatnya persaingan SRC Go to PORPROV. Para pemain tidak hanya dituntut membawa klubnya meraih hasil terbaik, tetapi juga harus menunjukkan konsistensi permainan sebagai modal untuk mencuri perhatian tim talent scouting PORPROV Surabaya.
Dengan masih tersisa sejumlah pertandingan hingga 27 September mendatang, persaingan untuk menjadi yang terbaik sekaligus mendapatkan kesempatan masuk radar skuad PORPROV Surabaya dipastikan semakin sengit.(ST11)


Tinggalkan Balasan