SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Fenomena pemasangan pagar besi setinggi lebih dari tiga meter di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menjadi perbincangan luas di media sosial. Langkah pengamanan tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat, mulai dari yang menilai sebagai bentuk antisipasi, hingga ada yang menganggapnya justru memperkuat kesan adanya ancaman keamanan di Kota Pahlawan.
Sorotan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari DPRD Kota Surabaya. Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochammad Machmud, menilai pembangunan pagar tinggi dengan tambahan besi runcing di bagian atas mencerminkan tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi dari pihak pengelola pusat perbelanjaan.
“Saya melihat di lapangan memang pagarnya hampir dua meter, kemudian ditambah semacam pengaman di bagian atas yang berbentuk runcing,” katanya.
“Itu, menurut saya, merupakan wujud kekhawatiran yang sangat besar terhadap isu-isu yang berkembang menjelang Agustus,” lanjut Machmud .
Menurutnya, kekhawatiran tersebut diduga berkaitan dengan isu yang beredar mengenai potensi keramaian atau kerusuhan pada bulan Agustus. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah pengamanan yang berlebihan justru berpotensi memunculkan persepsi negatif di masyarakat.
“Kalau masyarakat melihat pagar setinggi itu, orang bisa bertanya-tanya, sebenarnya akan ada apa? Akhirnya opini publik justru berkembang dan seolah-olah membenarkan adanya isu yang belum tentu terjadi,” katanya.
Machmud meyakini pemerintah bersama aparat keamanan telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan ketertiban. Karena itu, ia berharap kalangan pelaku usaha tidak perlu menunjukkan respons yang dapat memicu keresahan publik.
Ia menambahkan, selama ini berbagai aksi unjuk rasa di Surabaya berlangsung relatif kondusif. Demonstrasi, menurutnya, lebih banyak berlangsung damai dan jarang berujung pada tindakan yang mengarah kepada perusakan fasilitas milik swasta.
“Selama ini demonstrasi di Surabaya berjalan baik. Yang sering menjadi lokasi penyampaian aspirasi justru kantor pemerintah atau DPRD. Kalaupun pernah terjadi gesekan, penyelesaiannya juga cepat dilakukan. Karena itu saya berharap tidak perlu ada langkah yang justru membuat suasana kota terlihat mencekam,” pungkasnya. (ADV-ST01).


Tinggalkan Balasan