SURABAYATODAY.ID, PASURUAN – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin melakukan Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK serta Inovasi Kegiatan Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan, Jumat (24/7).
Ketua TP PKK Arumi mengatakan, kehadirannya bukan hanya sekedar untuk pemeriksaan formalitas berkas-berkas. Melainkan juga untuk konsolidasi program antar kelompok kerja (Pokja) di PKK Kota Pasuruan.
“Kehadiran kami pada hari ini bukan hanya sekedar formalitas untuk memperiksa bekas-bekas atau administrasi. Karena tugas monitor ini kita lakukan sebagai bentuk konsolidasi guna mengetahui sejauh mana implementasi seluruh program TP PKK di Kota Pasuruan yang sudah berjalan,” katanya.
“Kita juga ingin memastikan program-program yang kita susun benar-benar berbasis pada potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusianya. Kita juga melihat ketersediaan anggaran walaupun PKK itu biasanya banyak akalnya dan berfikir bagaimana pun caranya bisa mencapai tujuan,” lanjut Arumi.
Lebih jauh, istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu mengingatkan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 36 Tahun 2020, PKK adalah mitra strategis pemerintah. Sehingga, PKK bukanlah sekedar kelompok sosial biasa, melainkan mitra kerja pemerintah yang menjadi kunci kesuksesan pembangunan di akar rumput.
“Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan TP PKK Kota Pasuruan dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan OPD terkait. Kita perlu fokus untuk mengeksekusi program-program unggulan bersama-sama,” ujarnya.
Program unggulan ini sendiri terbagi ke dalam beberapa Pokja, antara lain Pokja I yang memiliki program unggulan PAAREDI (Pola Asuh Anak Dan Remaja di Era Digital), Pokja II yang memiliki GELARI PELANGI (Gerakan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi), serta Pokja III yang bertanggungjawab atas program Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas (KETAPANG MAS), Gerakan Memasyarakatkan Sandang Lokal Beretika (GEMAS SANLOKA), serta Revitalisasi Rumah dan Data Laksana Rumah Tangga: Bersih, Sehat, Rapi dan Inovatif (REHARTA BERSERI).
Selain itu, pada Pokja IV, ada Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana yang berfokus pada percepatan penurunan stunting menuju zero new stunting. Sementara, di Bidang Umum, TP PKK Kota Pasuruan diminta Arumi untuk melakukan modernisasi IT.
“Saya minta agar Kader PKK Jatim tidak boleh gagap teknologi. Tertib data kita harus berbasis digital hingga tingkat dasawisma. Saya juga ingin program-program unggulan ini tidak hanya indah di atas kertas atau hanya berhenti di tingkat kota saja. Saya minta, gerakan ini harus berdenyut nyata sampai ke desa, kelurahan, bahkan sampai ke kelompok dasawisma, karena dasawismalah ujung tombak sebenarnya dari kesejahteraan masyarakat kita,” jelasnya.
Di akhir, Arumi mengapresiasi keselarasan program TP PKK Kota Pasuruan dengan Pemerintah Kota setempat. Sehingga, percepatan layanan kesejahteraan masyarakat dapat dimaksimalkan.
“Jadi pemitraan ini sebetulnya menjadi langkah-langkah strategis untuk mensukseskan visi-misi pemerintah daerah masing-masing. Dan juga membuat efektivitas tertinggi terhadap setiap program terlebih karena kita punya 10 program mencangkup seluruh kehidupan manusia mulai dari proses kelahiran sampai dengan meninggalnya. Maka ini harus disesuaikan dan dipandu mulaj dari pusat sampai di Pokja masing-masing,” pungkasnya. (ST02)


Tinggalkan Balasan