SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 menjadi momentum bagi Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Surabaya untuk memperkuat regenerasi atlet melalui Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Surabaya 2026.
Kejuaraan yang digelar di Gelora Pancasila Surabaya itu diikuti 216 petinju dari berbagai sasana se-Jawa Timur. Ratusan atlet tersebut akan bersaing selama tiga hari pada sejumlah kelas dan kategori usia, sekaligus menjadi wadah pembinaan dan ajang mengukur kemampuan petinju muda yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tinju Jawa Timur dan Indonesia di masa mendatang.
Ketua Pelaksana Kejuaraan sekaligus Ketua Pertina Surabaya, Ferlix Prasetya, menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga regenerasi atlet dan mengembalikan tradisi prestasi tinju Kota Pahlawan.
“Momentum Hari Jadi Kota Surabaya kami manfaatkan untuk memberikan ruang kompetisi bagi para petinju muda. Sebanyak 216 atlet dari berbagai sasana se-Jawa Timur hadir membawa semangat sportivitas dan prestasi. Kami berharap kejuaraan ini mampu melahirkan petinju-petinju potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama Surabaya, Jawa Timur, hingga Indonesia di level nasional maupun internasional,” ujar Ferlix, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi indikator bahwa pembinaan tinju di Jawa Timur masih berjalan dengan baik. Pertina Surabaya pun berkomitmen untuk terus menghadirkan kompetisi berkualitas guna meningkatkan jam terbang atlet dan membangkitkan kembali kejayaan tinju Surabaya sebagai salah satu barometer olahraga tinju nasional.
Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, turut mengapresiasi langkah Pertina Surabaya yang konsisten menggelar kejuaraan pembinaan. Ia menilai kompetisi berjenjang menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berprestasi.
“KONI Surabaya mendukung penuh pelaksanaan kejuaraan ini karena menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar peluang munculnya petinju-petinju berkualitas yang mampu mengharumkan nama Surabaya di tingkat regional, nasional hingga internasional,” kata Arderio.
Selain memperebutkan gelar juara, Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Surabaya 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya petinju-petinju masa depan yang siap bersaing di pentas nasional maupun internasional, sekaligus menandai kebangkitan tradisi juara tinju Kota Pahlawan.(ST11)


Tinggalkan Balasan