SURABAYATODAY.ID, PONOROGO – Kontingen Reog Purbaya Surabaya tampil memukau dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di panggung utama Alun-Alun Ponorogo, Sabtu (13/6/2026) malam. Penampilan energik yang membawa identitas Kota Pahlawan itu sukses mengundang tepuk tangan meriah dari ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.
Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Perkumpulan Unit-Unit Reog Kota Surabaya (Purbaya) tampil penuh percaya diri sebagai peserta nomor urut 17. Kehadiran mereka menjadi salah satu yang paling dinantikan dalam ajang bergengsi yang masuk rangkaian Grebeg Suro sekaligus Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Atraksi yang disuguhkan tidak hanya menampilkan pakem kesenian reog secara utuh, tetapi juga membawa sentuhan khas Surabaya yang membuat penampilan kontingen Kota Pahlawan tampil berbeda di panggung nasional.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten 1) Kota Surabaya, M Fikser menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berjuang membawa nama Kota Pahlawan dalam kejuaraan reog tingkat nasional. “Kami dari pemerintah kota berterima kasih banyak atas perhatian teman-teman yang membawa nama Surabaya pada kejuaraan Reog Nasional di Ponorogo yang ke-31,” ujar M Fikser saat mendampingi kontingen Reog Surabaya.
Menurutnya, pelestarian budaya daerah menjadi salah satu perhatian utama Pemkot Surabaya. Karena itu, pemkot terus memberikan dukungan terhadap kelompok-kelompok seni yang berperan menjaga warisan budaya bangsa. “Pak Wali Kota Eri Cahyadi sangat konsisten terhadap budaya daerah. Mudah-mudahan niat baik, kerja keras dan kesiapan dari tim Purbaya yang luar biasa bisa membawa nama baik Surabaya pada festival kali ini,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Pembina sekaligus Penasehat Purbaya Surabaya, Heru Sangoko. Melihat penampilan yang ditunjukkan para pemain, ia optimistis kontingen Surabaya mendapat hasil terbaik. “Saya optimis bisa masuk lima besar, karena melihat tadi itu baguslah. Penampilan Purboyo selama saya jadi pembina, ya ini yang terbaik,” kata Abah Heru, sapaan lekatnya.
Untuk itu, ia berharap penampilan Purbaya mampu mengharumkan nama Kota Pahlawan di tingkat nasional sekaligus membuktikan kualitas para seniman reog binaan Pemkot Surabaya. “Kita berharapnya Purboyo bisa membawa nama Surabaya,” tuturnya.
Heru mengungkapkan, persiapan menuju FNRP 2026 dilakukan secara intensif selama sekitar dua setengah bulan dengan dukungan pelatih profesional. “Kita latihan dua bulan setengah. Semua (pelatih) dari profesional seni semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Purbaya Surabaya, Budi Sutrisno mengaku bersyukur atas penampilan maksimal yang berhasil ditunjukkan seluruh tim di panggung FNRP XXXI. “Alhamdulillah, terima kasih banyak reog Purbaya pada malam hari ini mewakili kontingen Pemerintah Kota Surabaya semoga bisa menghasilkan yang maksimal,” ujar pria yang akrab disapa Mas Tris.
Ia menjelaskan, seluruh persiapan dilakukan dengan target mampu menembus nomor terbaik dalam festival tersebut. “Mudah-mudahan Reog Purbaya binaan Disbudporapar Kota Surabaya mendapatkan hasil yang memuaskan, bisa masuk lima besar,” katanya.
Dalam penampilannya, Purbaya mengangkat kisah Klono Sewandono dengan memasukkan berbagai unsur pakem kesenian reog ke dalam koreografi pertunjukan. “Kita mengangkat konsep seperti Klono Sewandono, dan semua tentang seni yang ada di dunia kesenian itu pakemnya kita masukkan semua dalam tari tersebut,” jelasnya.
Sebagai bentuk identitas daerah, kontingen Kota Pahlawan juga memasukkan lagu khas Surabaya ke dalam pertunjukan yang ditampilkan di panggung utama. “Memang ciri khas kita membawa nama baik Surabaya, paling tidak lagu Surabaya harus kita masukkan dalam koreo seni tradisional,” imbuhnya.
Untuk mendukung penampilan tersebut, Purbaya memberangkatkan hampir 200 orang yang terdiri atas pemain inti dan suporter. “Total pemain inti sama supporter kita bawa kurang lebih hampir 200 orang,” katanya.
Tim inti terdiri atas penari Jathil, Warok, Bujang Ganong, Klono Sewandono, serta elemen pendukung lainnya sesuai pakem pertunjukan reog. Selain itu, Purbaya juga membawa lima dadak merak yang dihiasi logo Pemkot Surabaya sebagai simbol representasi Kota Pahlawan di panggung nasional. (ST01)


Tinggalkan Balasan