SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Mendukung dan mensukseskan program pemerintah dibidang ketahanan pangan, Kodim 0813 Bojonegoro melaksanakan tanam perdana bibit jagung di atas lahan seluas lebih kurang 200 hektare milik Perhutani di Desa Ngorogunung Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro, Minggu (3/3).
Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Czi Arief Rochman Hakim menyatakan pihaknya berkomitmen terus mendukung program pemerintah mencapai ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya di wilayah Bojonegoro. Menurutnya, kegiatan tanam jagung tersebut juga merupakan suatu bukti bahwa pihaknya telah melaksanakan upaya-upaya yang lebih produktif dengan melakukan berbagai inovasi dan kreasi di sektor pertanian.
“Sehingga, produksi pertanian dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri guna meningkatkan ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Peningkatan produksi tanaman pangan di Bojonegoro, masih menurut Dandim, harus tetap ditingkatkan setiap tahun baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Ini mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk Indonesia dan juga dalam rangka mempertahankan Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia.
“Krena itu, untuk mencapai tujuan, peran kami melaksanakan upaya peningkatan produktivitas baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan yang satu-satunya adalah dengan memanfaatkan lahan tidur milik TNI, BUMN maupun milik swasta, penerapan teknologi pertanian yang tepat, penggunaan Alsintan yang modern, serta penggunaan pupuk dan benih yang berkualitas,” terangnya
Pihaknya berharap, dengan adanya jalinan kerjasama yang baik dapat meningkatkan hasil pertanian yang maksimal. “Diharapkan mampu meningkatkan hasil yang optimal dan mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (ADM KPH) Bojonegoro, Slamet Juwanto, menyampaikan terima kasih dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan penanaman jagung bersama dalam rangka ketahanan pangan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat kepada masyarakat.
Dikatakannya, di wilayah Bojonegoro pihaknya telah mengalokasikan kurang lebih 200 hektare. Dari luasan lahan tersebut nantinya bisa diberdayakan atau dikolaborasikan dengan sistem Agrosilvopastura yaitu membagi lahan untuk pemanfaatan pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan. Agrosilvopastoral ini merupakan program untuk melestarikan hutan dan meningkatkan akses ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.
Agrosilvopastura merupakan sistem terintegrasi yang terdiri dari tanaman jangka pendek, tanaman kehutanan, penghijauan pakan dan peternakan guna pemenuhan kebutuhan pangan, energi dan pakan ternak yang nantinya bisa memberikan kontribusi positif terhadap jasa ekosistem serta pemberdayaan masyarakat disekitarnya.
“Kami siap bekerjasama dengan Kodim dan Pemda serta akan mengawal dan terus berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, bahwa bagaimana kita akan betul-betul menjaga dan memanfaatkan kawasan hutan ini untuk kesejahteran masyarakat,” pungkasnya.(ST10)


Tinggalkan Balasan