SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forkompinda Kota Surabaya melakukan patroli dengan mengunjungi beberapa Pos Pengamanan di Kota Pahlawan, Sabtu (31/12) malam. Peninjauan pos tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan menghadapi malam pergantian tahun.
Peninjauan dilakukan di pos pengamanan Kenjeran dan pos Bundaran Waru. Total terdapat 25 pos pengamanan yang dibangun dan disiagakan oleh Polrestabes Kota Surabaya selama 24 jam.
“Malam ini kita meninjau di Kenjeran sekaligus di bundaran Waru dan kami berputar dengan Forkopimda. Alhamdulillah tidak ada kegiatan (kejadian) yang negatif, kemudian juga dilakukan penutupan (beberapa ruas jalan) sejak jam 18.00 WIB tadi. Tapi dilakukan secara tentatif, jadi boleh masuk tapi kalau segerombolan masuk terus ada motor yang menggunakan knalpot brong disuruh kembali tidak masuk ke Surabaya,” kata Wali Kota Eri.
Ia mengaku, bahwa mulai pukul 22.00 WIB pintu masuk di setiap perbatasan Kota Surabaya ditutup. Dengan demikian, diharapkan perayaan malam pergantian tahun bisa berjalan dengan kondusif.
“Alhamdulillah semua ini bekerja sama dalam menjaga perbatasan kota. Kapolres Tanjung Perak bekerjasama dengan Polisi dari Bangkalan, sudah dijaga bersama-sama. Di sini (Bundaran Waru), kita melakukan bersama-sama dengan Sidoarjo,” ungkap dia.
Wali Kota Eri menjelaskan, selama pengamanan malam pergantian tahun, tidak terdapat warga yang terpaksa harus berputar balik. Karena, Pemkot Surabaya bersama TNI/Polri telah berkoordinasi di kawasan Surabaya Raya. Apalagi, beberapa destinasi wisata di Kota Pahlawan juga dibuka saat malam pergantian tahun, seperti taman terbuka dan Alun-Alun Surabaya.
Di malam pergantian tahun ini, ia menerangkan bahwa kondisi Kota Surabaya terpantau aman dan kondusif. Karenanya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda Kota Surabaya yang telah berkolaborasi dan bersinergi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di Kota Pahlawan.
Eri pun berharap di tahun 2023, seluruh elemen masyarakat dapat mempertahan rasa toleransi dan menjaga keharmonisan antara suku, agama, dan ras. Sehingga, tujuan Pemkot Surabaya dalam upaya mensejahterakan masyarakat bisa lebih mudah terwujud.
“Semoga tahun 2023 suasana kota Surabaya semakin kondusif dan nyaman untuk semua agama, toleransi yang luar biasa antara satu dengan yang lainnya. Dan yang terpenting adalah keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warga Kota Surabaya,” ujarnya. (ST01)


Tinggalkan Balasan