• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 23 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Mahasiswa ITS Bikin I-Mask, Aplikasi Deteksi Pencegahan Penularan Covid-19

by Redaksi
Sabtu, 29 Mei 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Indonesia dinyatakan sebagai negara urutan pertama di Asia Tenggara dengan jumlah kematian terbanyak karena Covid-19. Tim mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Departemen Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berinisiatif untuk menurunkan jumlah kematian Covid-19 ini melalui inovasi I-Mask.

Tim I-Mask yang terdiri dari lima mahasiswa. Mereka adalah Rahmadilla Primasiwi Nugraha, Ilul Rohman, dan Hartandi Wisnumukti dari Departemen Teknik Elektro, serta Irfan Dhiarinda Hamdi dan Rizqullah Fadhil Rafi dari Departemen Teknik Komputer ITS. Kelimanya berhasil menggagas sebuah sistem pendeteksi masker dengan menggunakan Machine Learning dan terintegrasi dengan Internet of Thing (IoT) untuk memantau penggunaan masker di suatu tempat yang diberi nama I-Mask.

Rahmadilla Primasiwi Nugraha atau akrab disapa Dilla mengatakan, rata-rata jumlah orang positif Covid per harinya di Indonesia mencapai 5.712 jiwa. Hal ini, menurutnya, menjadikan penggunaan masker saat ini sangat penting karena dapat memproteksi diri dari penyebaran virus.

BACA JUGA:  Cegah Pencemaran, Profesor ITS Kembangkan Surfaktan Ramah Lingkungan

Tetapi, lanjut Dilla, kesadaran masyarakat Indonesia dalam mengenakan masker  sekitar 59,32 persen. “Angka tersebut dirasa cukup kecil, sehingga muncul ide untuk menggagas I-Mask ini sebagai upaya penyadaran masyarakat,” ungkapnya.

Lebih dalam, Dilla menjelaskan, I-Mask ini dirancang dengan maksud agar dapat meminimalisir penularan Covid-19, mendukung penerapan kehidupan normal baru yang sekarang sedang berjalan sekaligus mengingatkan pentingnya penggunaan masker. Selain itu, I-Mask, menurut Dilla, juga dapat memfasilitasi pemerintah dalam mempermudah proses monitoring penggunaan masker masyarakat di suatu tempat.

Dipaparkan Dilla, cara kerja dari I-Mask diawali dari proses pendeteksian oleh sistem apakah orang tersebut mengenakan masker atau tidak. Video deteksi ini nantinya akan terkirim ke sebuah cloud server yang terintegrasi dengan sebuah aplikasi. Sehingga orang yang tidak mengenakan masker akan terdeteksi dan tidak dapat memasuki ruang yang dirancang terintegrasi dengan pintu otomatis.

“Jadinya pintu hanya terbuka bagi yang memakai masker dan alarm berbunyi bagi yang terdeteksi tidak memakai masker,” sambung mahasiswi asal Malang ini.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Inovasikan Alga Merah untuk Atasi Ruam Kulit

Menariknya, lanjut Dilla, aplikasi I-Mask ini memiliki beberapa fitur yang memberikan informasi mengenai kondisi suatu tempat. Mulai dari jumlah pengunjung, laporan mingguan dari jumlah pengunjung tempat tersebut, lokasi sistem I-Mask terpasang, live update dari camera capture, hingga data statistik yang menunjukkan kondisi dari tempat tersebut.

“Sehingga pengunjung tahu apakah tempat tersebut telah memenuhi standar protokol kesehatan atau belum,” jelasnya.

Dilla menambahkan, I-Mask buatan timnya dapat dikatakan memiliki berbagai macam keunggulan, seperti memudahkan dalam memonitoring penggunaan masker di suatu tempat. Selain itu, harga produksi dan perawatan dari I-Mask tidak terlalu mahal, waktu operasi sistem 24 jam sehingga pemantauan datanya real-time, hemat ruang dan sangat praktis.

“Berbagai keunggulan tersebut yang menjadikan inovasi I-Mask belum dimiliki oleh gagasan inovasi sejenis lainnya,” ujar mahasiswi angkatan 2018 ini.

Kerja keras tim I-Mask tersebut telah berhasil membuahkan prestasi yang membanggakan. Inovasi yang berjudul I-Mask: Mask Detection System using Machine Learning and Integrated with IoT for Monitoring the Use of Masks in a Place dengan sukses mengantarkan tim yang dibimbing oleh Arief Kurniawan ST MT ini sebagai juara pertama pada International IoT Challenge 2021.

Pada kompetisi yang digelar oleh Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada 23 Mei lalu ini, tim I-Mask berhasil mengalahkan 79 inovasi dari seluruh dunia sekaligus mengungguli King Mongkuts Institute of Technology Ladkrabang dari Thailand yang dinobatkan sebagai juara kedua.

BACA JUGA:  Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi SE Men-PAN RB Nomor 3 Tahun 2023

Ke depan, alumnus SMAN 1 Malang ini berharap bahwa I-Mask buatan timnya dapat dilakukan pengembangan lebih lanjut agar inovasi ini bisa lebih sempurna dan dapat benar-benar diproduksi untuk membantu bangsa Indonesia. “Harapannya, alat ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dalam mengurangi penyebaran Covid-19 dan memberi rasa aman bagi mereka dalam kehidupan normal baru,” tandasnya penuh harap. (ST05)

Tags: Alat Pendeteksi Covid-19AplikasiI-MaskITS
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto bersama di sela kegiatan bertajuk Capacity Building Awareness Nuklir 2026 di Auditorium Tower 2 ITS.

Sambut PLTN Pertama Nasional, ITS – PLN Bangun Pemahaman Soal Nuklir

Kamis, 22 Januari 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto meninjau Rumah Pompa Darmo Kali.

Wamendagri Apresiasi Sistem Pompa Surabaya, Siap Jadi Inspirasi Nasional Penanganan Banjir

Kamis, 22 Januari 2026
Peluncuran Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) Chapter Surabaya yang digelar di Graha Sawunggaling, Surabaya.

Peluncuran PFI Chapter Surabaya, Perkuat Kolaborasi Filantropi di Jawa Timur

Kamis, 22 Januari 2026
Ratusan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Surabaya Salurkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo

Kamis, 22 Januari 2026

Berita Terkini

Foto bersama di sela kegiatan bertajuk Capacity Building Awareness Nuklir 2026 di Auditorium Tower 2 ITS.

Sambut PLTN Pertama Nasional, ITS – PLN Bangun Pemahaman Soal Nuklir

Kamis, 22 Januari 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto meninjau Rumah Pompa Darmo Kali.

Wamendagri Apresiasi Sistem Pompa Surabaya, Siap Jadi Inspirasi Nasional Penanganan Banjir

Kamis, 22 Januari 2026
Peluncuran Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) Chapter Surabaya yang digelar di Graha Sawunggaling, Surabaya.

Peluncuran PFI Chapter Surabaya, Perkuat Kolaborasi Filantropi di Jawa Timur

Kamis, 22 Januari 2026
Ratusan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Surabaya Salurkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo

Kamis, 22 Januari 2026
Peresmian gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri di Kabupaten Pasuruan,

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Baru UPT RSBL Pasuruan dan Kediri

Kamis, 22 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In