• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil Rapatkan Pembangunan Bendungan Semantok Nganjuk, Bendungan Terpanjang Se-Indonesia

by Redaksi
Jumat, 26 Maret 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan bahwa pembangunan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk berjalan dengan progres yang baik. Dirinya berharap agar proses pembangunannya dipercepat dengan target selesai pada April 2022.

“Pembangunan bendungan ini akan di percepat, supaya target pada April 2022 bisa digunakan,” jelas Wagub Emil usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Dampak Sosial Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Semantok Nganjuk.

Rakor yang diinisiasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Kementerian PUPR tersebut juga dihadiri Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, Kepala BBWS Brantas Muhammad Rizal, Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Jatim Atong Leo Widakda, dan perwakilan dari Kajati Jatim.

Menurut Wagub Emil, dalam pembangunan Bendungan yang akan menjadi terpanjang di Indonesia itu bukan tanpa kendala. Pasalnya, pembangunan bendungan tersebut memakan total 259 bidang milik warga. Dimana sebanyak 243 bidang di antaranya menolak hasil appraisal atau tidak mengajukan keberatan ke Pengadilan. Sementara hanya 15 bidang saja yang setuju, dan telah terbayar pada 14 Juli 2020 lalu.

BACA JUGA:  Profesor ITS Teliti Bakteri Mangrove Pendegradasi Limbah Plastik

Di sisi lain, satu bidang tanah  lainnya masih dalam sengketa dikarenakan setengah luasan tanah masuk dalam Peta Kawasan Hutan (PKH), sehingga belum dilakukan musyawarah bentuk ganti rugi. “Koordinasi ini dibuat sedemikian rupa untuk memberikan skema pembebasan lahan yang tidak merugikan masyarakat. Pihak instansi pemerintah senantiasa terbuka melihat ruang untuk peninjauan. Kami sama-sama mencari solusi terkait bagaimana kompensasi untuk masyarakat,” ujar Wagub Emil.

Lebih lanjut mantan bupati Trenggalek ini menambahkan, adanya sinergitas komunikasi ini penting dilakukan, yakni untuk mempercepat pembangunan Bendungan Semantok Nganjuk, yang hingga saat ini, progres komulatif pembangunannya mencapai 71,83 persen. Hal ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menyukseskan salah satu program PSN.

“Pembahasan ini sudah pada level detail. Insyaallah pendetailan seperti ini, kita dapat mencari solusi. Apalagi dengan komitmen Bupati Nganjuk yang datang hari ini. Apapun hasil koordinasi ini akan dilaporkan kepada Ibu Gubernur. Sehingga Ibu Gubernur langsung dapat melakukan koordinasi tingkat tinggi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi,” jelas Emil.

BACA JUGA:  BUMDes Bisa Bangkitkan Perekonomian Desa Lewat Semangat Gotong Royong

Menurutnya, Bendungan Semantok Nganjuk menjadi salah satu perhatian khusus Pemerintah Provinsi Jatim. Hal itu dikarenakan akan menjadi Bendungan terpanjang di Indonesia sepanjang tiga kilometer. Selain itu, Bendungan tersebut juga akan memberikan irigasi ke hampir 2.900 hektar lahan sawah, dan menyediakan air baku sebanyak 312 liter lebih perdetik kepada masyarakat.

“Selain itu adanya Bendungan Semantok juga mengurangi resiko banjir hampir 30 persen. Ini tentunya manfaat luar biasa. Termasuk sungai, tidak boleh terlalu kering ini bisa disupport,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, beberapa kendala lain dalam progres pembangunannya masih sedikit ditemukan. Salah satunya terdapat enam bidang tanah kas desa yang belum mendapatkan tanah pengganti. Dimana di Desa Sambikerep sendiri terdapat lima bidang seluas 0,98 Ha, dan di kawasan Desa Tritik sebanyak 1 bidang seluas 0,62 Ha.

“Untuk kendala ini akan ada koordinasi dengan Pemda Nganjuk untuk mempercepat proses penyiapan tanah penggantinya. Selain itu juga akan dibentuk Tim Panitia Pencari Calon Tanah Pengganti TKD (Tanah Kas Desa),” ujar Emil.

BACA JUGA:  Maiyah Advancing Humanity Bawa ITS untuk Kemaslahatan Bangsa

Disisi lain, sebut Emil, juga ditemukan adanya kendala pada tanah Perhutani di wilayah setempat. Beberapa di antaranya ialah belum terpenuhinya kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di wilayah Pemda Nganjuk. Sehingga, kondisi tersebut menghambat proses penebangan sebagai bagian lahan bendungan.

Sementara itu, terkait Tukar Menukar Kawasan Hutan (TMKH) dalam rangka relokasi, hingga saat ini kesiapan lahan permukimannya difasilitasi Pemda Nganjuk. “Pemda Nganjuk juga sudah melakukan koordinasi dengan bupati sebelumnya. Saat pemprov melakukan penerbitan rekomendasi atau pertimbangan teknis, ternyata dari pihak Kabupaten Bondowoso (tempat relokasi yang dituju), memiliki pandangan yang agak berbeda. Namun ini akan dikomunikasikan bersama, untuk menyamakan persepsi terkait TMKH. Mudah-mudahan ada solusi,” ujar Emil.

“Sebenarnya tidak terlalu besar, bagi lahan relokasi untuk masyarakat, tapi sebagian besar yang diusulkan sudah oke,” imbuhnya. (ST02)

Tags: Bendungan SemantokEmil Elestianto DardakNganjuk
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In