• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Advertorial

Komisi D Dorong Literasi Lingkungan dan Akses Pendidikan Anak Surabaya

by Redaksi
Rabu, 18 Februari 2026
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Johari Mustawan

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Johari Mustawan

SURABAYATODAY.ID,  SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Johari Mustawan atau yang akrab disapa Bang Jo, menghadiri kegiatan Organisasi Siswa Homeschooling At-Taqwa Surabaya bertema “Sinergi Jejak Hijau Pesisir Surabaya” dalam program Outing Class. Kegiatan tersebut melibatkan siswa Program KRISNA (Kesetaraan Hadir untuk Warga Surabaya) Kecamatan Wiyung dan mendapat dukungan penuh dari Bang Jo.

Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah konkret memperluas akses pendidikan sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. “Program ini merupakan agenda terencana dari Homeschooling At-Taqwa Surabaya dengan tujuan meningkatkan literasi peduli lingkungan melalui pembelajaran langsung di lapangan,” ujar Bang Jo.

BACA JUGA:  Komisi A Inginkan Dana Kelurahan untuk Pemberdayaan Masyarakat Dievaluasi

Ia menambahkan, metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang diterapkan mengedepankan tiga prinsip utama, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Beragam aktivitas edukatif digelar di kawasan Taman Raya Mangrove Surabaya yang dimanfaatkan sebagai ruang belajar terbuka untuk mengeksplorasi ekosistem pesisir sekaligus memperkuat literasi lingkungan secara kontekstual.

Bang Jo juga mengapresiasi sinergi antara Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pihak kecamatan, serta PKBM At-Taqwa yang telah berkolaborasi membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam mengentaskan anak terancam putus sekolah, khususnya di wilayah Wiyung.
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting untuk memastikan tidak ada anak di Surabaya yang kehilangan hak atas pendidikan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Komisi C Harapkan Revitalisasi THR-TRS Hidupkan Perekonomian

Program KRISNA Hadir di 9 Lokasi
Saat ini, lanjut Bang Jo, Program KRISNA telah berjalan di sembilan lokasi, yakni Manukan Tandes, Ngagel Rejo, Genteng, Pabean Cantikan, Rungkut, Semampir, Krembangan, Wiyung, dan Bulak.
Program KRISNA merupakan inisiatif Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk menjangkau anak putus sekolah maupun yang belum mengenyam pendidikan. Melalui program ini, warga mendapatkan layanan pendidikan nonformal Paket A, B, dan C secara gratis dengan menggandeng PKBM sebagai mitra pelaksana.

Selain membuka akses pendidikan kesetaraan, KRISNA juga menitikberatkan pada pemberdayaan, penguatan keterampilan kerja, serta fleksibilitas waktu belajar bagi warga kurang mampu agar tetap dapat meningkatkan kualitas hidup.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Hadiri Jawa Timur Bershalawat di Jombang

Dalam kesempatan tersebut, Bang Jo turut menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat menempuh pendidikan meski melalui jalur nonformal. “Jangan pernah minder karena jalur pendidikan yang ditempuh berbeda. Banyak tokoh sukses lahir dari pendidikan informal. Bermimpilah setinggi langit, lalu kejar mimpi itu dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi muda Surabaya yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, percaya diri, serta siap menatap masa depan yang lebih baik. (ADV-ST01)

Tags: Akses Pendidikan Anak SurabayaDPRD SurabayaKomisi DLiterasi Lingkungan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In