• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 2 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Ekbis

Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Masifkan Gerakan Pangan Murah

by Redaksi
Jumat, 13 Februari 2026
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlokasi di Balai RW 1, Jalan Jepara III No. 1, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlokasi di Balai RW 1, Jalan Jepara III No. 1, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus bergerak untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Salah satunya dengan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlokasi di Balai RW 1, Jalan Jepara III No. 1, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Jumat (13/2/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat, terutama pada komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga di pasar.

“Hari ini kami hadir di Kelurahan Jepara untuk menyediakan komoditas pangan yang harganya jauh lebih murah dari pasar. Fokus kami adalah komoditas yang sedang mengalami kenaikan, seperti telur dan cabai rawit,” ujar Antiek.

BACA JUGA:  Terima Konjen Jepang, Wagub Emil Inginkan Kerjasama Jepang dengan UMKM di Jatim Makin Kuat

Keunikan GPM kali ini, adalah keterlibatan langsung hasil panen masyarakat melalui kelompok tani (Poktan) dan program padat karya. Antiek menjelaskan bahwa hasil panen lokal tersebut, dapat menyiasati harga cabai yang masih tinggi di pasaran.

“Cabai merah harganya masih ‘pedas’. Karena itu, kami membawa hasil panen masyarakat untuk mendukung GPM agar warga bisa mendapatkan harga tangan pertama dari petani,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain cabai, telur ayam yang didatangkan juga merupakan hasil dari program Padat Karya binaan Pemkot Surabaya.

Dalam GPM kali ini, DKPP Kota Surabaya menyediakan 1.300 liter minyak goreng, 500 sak beras (terdiri dari 300 sak SPHP dan 200 sak premium), serta 500 kilogram gula pasir. Selain itu, tersedia pula 250 kilogram telur ayam hasil kolaborasi distributor dan program padat karya, serta komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai besar, hingga daging.

BACA JUGA:  Meski Jadwal Piala Dunia U-20 Belum Pasti, Pemkot Surabaya Terus Benahi Stadion GBT

Untuk memastikan seluruh warga mendapatkan jatah yang merata, Antiek mengatakan bahwa pihaknya memberlakukan pembatasan pembelian. Seperti, minyak goreng dibatasi maksimal dua botol per orang, beras maksimal dua sak, dan gula pasir sekitar 5-6 kilogram.

“Persediaan pangan di Surabaya sangat aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying hingga menimbun barang. Belanjalah dengan bijak sesuai kebutuhan,” imbau Antiek.

Selama berbelanja, Antiek juga mengingatkan warga untuk membawa kantong belanja sendiri, untuk mengurangi penggunaan plastik.

BACA JUGA:  Stok Pangan dan Harga Kebutuhan Pokok Selama Ramadan Aman

Ke depan, Pemkot Surabaya berencana menggelar pasar murah serentak pada 25 Februari 2026 mendatang. GPM ini, akan dilakukan secara masif baik menjelang Ramadan hingga pasca Lebaran untuk memastikan inflasi di Surabaya tetap terkendali.

“Tentunya, kami akan terus melaksanakan GPM untuk menekan inflasi dan mendekatkan kebutuhan pangan pada masyarakat,” tandasnya.

Manfaat GPM dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Rutinah. Ia mengaku sangat terbantu dengan perbedaan harga yang cukup signifikan dibandingkan harga di pasar konvensional.

“Sangat membantu, apalagi mau puasa begini. Biasanya saya beli cabai seperempat kilo harganya Rp 20 ribu, tapi di sini cuma Rp 10 ribu. Lumayan sekali untuk menghemat uang dapur,” ungkapnya. (ST01)

Tags: Gerakan Pangan MurahPemkot SurabayaRamadanStabilitas Harga
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto ilustrasi

Pemkot Surabaya Gencarkan Pasar Murah Pasca Lebaran 2026, Harga Sembako Ditekan

Rabu, 1 April 2026
Car free day di Jalan Darmo Surabaya.

Pemkot Surabaya Berencana Tambah Titik CFD Setiap Akhir Pekan

Rabu, 1 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono.

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra

Rabu, 1 April 2026

Kena Razia, 11 Lyn Surabaya Digembok di Joyoboyo

Rabu, 1 April 2026

Berita Terkini

Foto ilustrasi

Pemkot Surabaya Gencarkan Pasar Murah Pasca Lebaran 2026, Harga Sembako Ditekan

Rabu, 1 April 2026
Car free day di Jalan Darmo Surabaya.

Pemkot Surabaya Berencana Tambah Titik CFD Setiap Akhir Pekan

Rabu, 1 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono.

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra

Rabu, 1 April 2026

Kena Razia, 11 Lyn Surabaya Digembok di Joyoboyo

Rabu, 1 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

WFH ASN Berlaku Tiap Jumat

Rabu, 1 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In